Uwoi, Aku wisuda


Alhamdulillah, nembah nuwun kagem gusti Alloh swt, puji syukur kehadirat Alloh Swt yang telah memberikan kesempatan ini kepada saya.  Sholawat serta salam semoga selalu terucap kepada nabi besar Muhammad saw.  Hatur nuwun kagem mamak, mas, mbak, ponakan, teman-teman sekalian, dan semuanya yang telah membantu perjuangan saya sampai menyentuh pencapaiaan ini.  Terimakasih.
1 penonton oiii

Wisuda?  Wisuda itu ya upacara pelantikan, penyematan gelar, ucapan selamat, dan definisi yang paling masuk akal adalah suatu sinyal yang menandakan bahwa kawan, sahabat, adik-adik tingkat, dan keluarga ‘meminta’ jatah traktir dari orang yang diwisuda.  😀  “Gga datang wisuda itu normal, tetapi kalau gga ada ucapan syukur (baca : traktir) itu yang berbahaya”

Persiapan SIdang Skripsi

Persiapan SIdang Skripsi

Sebelum masuk ke cerita wisudanya, saya masih teringat sekali saat-saat di kampus.  Apalagi saat persiapan sidang skripsi.  Untuk menghindari rasa jenuh atas skripsi, saya memilih lokasi belajar yang menurut saya cocok menjaga konsentrasi.  Salah satunya yaitu belajar di atas puncak Bukit Kemiling Permai.  3 hari 2 malam terhitung tidur hanya 3 jam.  Mempersiapkan sidang skripsi.  Dan, hasilnya . . . .   Alhamdulillah.  Lulus juga sidang skripsi, tepatnya tanggal 7 Mei 2013. Hahai

3 selamat wisuda

Wahaha.  Iya, terimakasih atas ucapan wisudanya.  Terimakasih, terimakasih, terimakasih.  Tetapi, sebenarnya ada yang sedikit mengganjal dalam hati saya dalam wisuda ini.  Saya teringat apa yang pernah mbak saya katakan di malam hari sebelum wisudanya.  Saat itu, beliau sulit untuk tidur, benaknya berpikir, dan saat saya ajukan pertanyaan kenapa demikian?  Beliau menjelaskan, “Wisuda itu secuil hiburan, dibuat senang sesaat, setelah itu selesai, maka esoknya adalah hari yang bertolak belakang dangan hari itu.  Karena hari setelah wisuda saya harus menjalankan kehidupan yang sebenarnya.  Hayo lho mau kemana?”.  Begitulah beliau mengungkapkan kegalauan hatinya dan diakhiri dengan senyum.

Yap, saya setuju, mbak.  Inyonge setuju. Haha.  Perjuangan dimulai setelah wisuda ini.  Bagaimana masa depan nanti, kita lihat saja nanti.  Apakah semua target yang sudah tertulis dan tersusun rapi mampu saya wujudkan.  #nawaitu #lahaulawalaquatailabillah

weleh
Uwoi, aku wisuda
.  Apa memang begini rasanya kalau orang wisuda?  Saya baru mengalami ini pertama kali, dan ini yang terjadi.  Malam hari sebelum wisuda, saya sempatkan cek siakad (Sistem Informasi Akademik) dan … jreng jreng.  Saya benar-benar di depag dari universitas tersebut (dengan hormat).

User dinon-aktifkan

User dinon-aktifkan

Alhamdulillah.

Gladi Resik

Ini suasana Gedung Serba Guna (GSG) yaitu lokasi dilaksanakannya wisuda.  Universitas Lampung.

Gladi Resik dan posisi duduk

Gladi Resik dan posisi duduk

Iklan

4 responses to “Uwoi, Aku wisuda

    • Terimakasih sudah mampir kesini lagi, kang.

      Masih jeda, belum selesai tulisannya. Masih sibuk ngurus pasca wisuda. hhe. Nanti kalau sudah ada waktu luang, saya selesaikan postingan ini. Banyak yang belum diupload. 🙂

Menurutmu bagaimana?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s