Udara #8 It is not dream, but my life


Udara Cover
Terbang bebaslah ia, menari melukis awan dengan gelak tawanya yang keras.  Membumbung tinggi terangkul awan putih nan tebal.  Setiap detiknya ia nikmati.  Mencoba melupakan semua yang terjadi kemarin.  Semuanya akan terlukis indah, dan ia yakin teman-teman yang ada di dalam hatinya pasti akan bahagia.  Ia yakin karena dalam hatinya yang tulus selalu ia sebut nama teman-temannya dengan selimut doa yang ia mohonkan kepada sang pencipta.  Dan, sang pencipta tidak mungkin mengingkari janjinya untuk mengabulkan semua doa.


Ini hanya masalah waktu yang sederhana, dan semua perjalanan ini akan berakhir pada titik temu itu.  Rahasia tak akan pernah terungkap meski engkau usik untuk ditemukan, karena waktu tak bisa engkau putar lebih cepat.  Its just matter of time”, Udara bersenandung bersama awan-awan yang menelungkupinya.

Ia tahu perjalanan ini akan jauh, namun entah mengapa ia menjadi ragu mengenggam niatnya.  Seperti ada panggilan hati kemarin yang harus membawanya pulang mengambil hati yang hilang.  Getir rasanya dalam hati untuk mengurungkan niat, namun ia juga tidak bisa membohongi hatinya.  Hatinya tertinggal disana, hati yang mencoba ia lupakan.

Terlalu banyak yang harus ia kejar.  Yang harus ia miliki.  Yang harus ia persiapkan.  Yang harus ia bawa jika semisalkan menjemput hati itu bersamanya kembali.  Sebenarnya ini nyata baginya, Udara juga telah hidup dari hal klimaks itu dan kini haruskah Udara menjemputnya, menghentikan perjalanannya, kembali pada ruang yang membuatnya tak bisa terhembus pada nafas lega.

Ia teringat siul-siul burung di pohon pada waktu itu.  Siulan yang benar-benar membawanya hidup kembali.  Bersemangat kembali, namun lihat.  Hanya dengan getaran kecil itu semuanya kembali seperti semula.  Udara hanya ingin menjadi Udara.  Udara yang dapat dihirup dengan lega, memberi energi baru untuk raga yang lelah, mengahangatkan dan menjaga cahaya bersama lilin.

Udara mencoba menegaskan dirinya.  Hati itu atau bukan, ia harus tetap berlaju.  Mengejar mimpi dengan penuh usaha untuk hidupnya.  Karena semuanya jelas, ini bukan masalah mimpi, tetapi ini adalah hidupnya.  Sebuah perjalanan yang harus ia jalani, penuh persiapan, penuh pertimbangan, dan pendewasaan.  Karena, pasti akan ada ruang bahagia, untukku, untukkmu, dan untuk semuanya yang tetap berusaha menjaga perjalanan ini untuk sebuah ruang bahagia.

Iklan

Menurutmu bagaimana?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s