Hangatnya Hujan


Hari ini langit kelabu.  Dari sahur sampai jatuhnya matahari, ia masih kelabu.  Coretan aktifitas yang terukir di dalam fikiran diakui harus ditunda sementara.  Mengikuti kondisi kelabu.

Tengah hari, kondisi membawaku ke peraduan.  Mengadu dengan dinding kamar.  Rasanya membosankan berbicara dengannya.  Membawaku ke imajinasi yang tidak pantas untuk diteruskan, sakit jiwa bisa jadi.  Saya habiskan waktuku di depan kawan lama.  Berbagi tawa dengan teman-teman di dunia maya.  Warnanya biru dan di situlah mereka juga merasakan langit yang kelabu.

“Tcik.. tcik.. tcik”, detak jarum jam.  Waktu terus berlalu hingga sampai di saat sepantasnya burung-burung pulang ke sarang mereka, lelah dari mencari makan.  Namun, lihat.  Langit masih kelabu.  Suara adzan menggema, memantul semakin bersenandung melalui rintik-rintik hujan dari si kelabu.  Adzan semakin bersahutan, menyusuri tepi-tepi dinding seolah menjemputku dari sana dan membuatkan jalan menuju istana cinta-Nya.  Waktunya bagiku untuk memenuhi panggilan merdu itu.

Payung menjadi langitku sekarang.  Semoga si kelabu tidak cemburu melihatku dengannya.  Bukannya saya tidak menerima kehadiranmu, tetapi istana-Nya akan kotor jika saya tidak berteman dengan langit baruku.  Iya, rasanya saya tahu.  Kamu, si kelabu semakin cemburu.  Marahmu seolah tak bersahabat denganku.  Ingin membasahiku, derasmu semakin menjadi saja.  Baik, saya akan berteman dengan langit baruku.hujan

Separuh perjalanan ke peraduanku.  Saya baru sadar.  Engkau tak cemburu, melainkan sedang memberikan hangatnya hujan.  Sorak sorai gembira, tawa lepas terbahak menjadi pemandanganku.  Si kelabu memberi arti berbeda.  Derasmu membuat hangatnya hujan dalam ikatan kelaurga, riangnya kakak adik bermain bola, tepat di depan peraduanku.

Iya, semuanya bukan terjadi hanya untukku, tetapi juga untukmu, untuk mereka.  Skenario luarbiasa.  Dan rasanya, saya yang mulai cemburu denganmu, si kelabu.

www.Burufly.com/book

Iklan

Menurutmu bagaimana?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s