Go By #6 Topik Skripsi


^^^^ ^^^^^^^ ^^^^^^ ^^^^^^ ^^^^
Sebelum membaca lebih lanjut, tolong berikan rating untuk artikel ini, sob.  Letaknya diatas.  Terimakasih sebelumnya ya.

Artikel ini untuk kawan-kawan yang ingin menentukan topik skripsi atau sedang mencari topik skripsi.   Ini pengalaman saya pribadi sebagai mahasiswa Jurusan Matematika Unila.  Jika sobat adalah mahasiswa di bidang, jurusan, fakultas, universitas lain.  Mungkin hanya sedikit persamaan atau hal baik untuk diambil, tetapi saya hanya mencoba berbagi pengalaman.  Jika sobat ingin memberikan komentar atau saran, saya sangat berterimakasih dengan membaca artikel ini.  Siapa tahu saya salah mengambil persepsi. :D

****

Artikel “Go By” sudah mendekati ending.  Episode kali ini akan saya isi dengan cerita masa lalu. #bukan.kolosal.com.  Karena, alur cerita di dalamnya agak rancu, yaitu langsung loncat ke Sidang Skripsi #1.  Dan menimbang, proses pengurusan berkas wisuda yang belum bisa berlanjut. #weekend.   Jadi, kesempatan kali ini, saya akan berbagi pengalaman tentang ‘kapan sebaiknya untuk mulai mendapatkan topik skripsi’.

Seperti biasa, sob.  Saya buka cerita kali ini dengan intro penyamaan suasana, cek playlist.  Playlist masih sama dengan episode sebelumnya.  Yaitu, ‘Nadya Fatira – a New World’, ‘Rida Sita Dewi – Langit Amat Indah’, dan ‘The Triangle – How Could You’.

Okke Omm, kali ini saya ‘gunakan’ metode interview saja untuk membagikan pengalaman saya.  Saya mendalami matematika murni, tetapi menurut saya tidak masalah jika artikel ini perlu dicampur gula oleh teman-teman statistika.  Ambil baiknya.

Kapan dapat topik skripsi ?
Saya mendapatkan topik skripsi saat semester 6.  Jadi, saat masa KKN, saya sudah mengerjakan skripsi di Desa Penempatan, Sumber Marga, Way Jepara – Lamtim.  Dosen Pembimbing I yang saya rujuk waktu itu adalah Pak Faisol.  Saat itu diberikan topik tentang ‘Skew Ring Armendaris – Aljabar Abstrak’.

Selama masa KKN, 40 hari.  Saya memahami topik yang diberikan Pak Faisol kemudian sepulang KKN langsung menghadap beliau dan memberikan rangkuman yang saya buat dari topik tersebut (masih paham 60%).

Saat semester 5, saya sudah memilah-milah topik dari mata kuliah apa yang ingin saya tekuni.  Belajar dari kakak tingkat juga saat itu.  Terimakasih untuk masbro.  Kak Oki Sahroni, Kak Tri Handono, dan ‘cmiw’ Kak Vebriyan Agung S.

Bagaimana proses menghadap ke dosen untuk minta topik ?
Intro: Gambaran kondisi.  Ini gara-gara HIMATIKA.  Semenjak di lingkaran itu, saya sering minap di kosan Kak Oki, kadang juga Kak Tri.  Dan kakak2 tingkat yang lain.  Minap bukan untuk belajar, tetapi main ‘Counter-Strike’ #ahaha.  Bahkan, terkadang saya tidak sempat pulang ke rumah sehingga dengan sukarela kakak-kakak yang baik hatinya itu meminjamkan bajunya untuk saya ke kampus keesokan harinya.  Saat minap, saya terkadang ikut ‘nyicip’ mengerjakan skripsi yang mereka garap.  Dan, akhirnya… jatuhlah hati saya ke bahasan yang dibahas Kak Tri, Aljabar Abstrak.  Dengan alasan, saya masih ingin belajar lagi tentang Aljabar yang sebenarnya saya tidak bisa.  Kak Oki yang sering meminjamkan baju.  Jangan tanya ukuran bajunya muat atau tidak.  Kak Oki kan ‘ndut’. #josss.  Tahu kah kamu, bro? Kak Oki dulu itu ‘masbro’ #kurus, dan sekarang ‘masbrot’. #endut.imut.com.  Jadi, bajunya ‘muat’ di badan saya.

Karena hati saya jatuh di Aljabar Abstrak yang dibahas Kak Tri, saya mulai belajar sedikit demi sedikit lewat Kak Tri.  Kemudian, saat ada kesempatan yang baik.  Saya ‘menebeng’ Kak Tri untuk bimbingan/menghadap ke Pak Faisol (Pembimbing I Kak Tri), plus minta topik saat itu.  Dan, dapatlah topik untuk skripsi (topik, bukan judul).  Mulai pertengahan semester 6, saya sudah mulai bimbingan – ‘menebeng’.

Saran.  Untuk sobat HIMATIKA kepengurusan periode 2012-2013 atau mahasiwa 2010 keatas sebaiknya dari sekarang mulai menentukan mata kuliah yang diminati sebagai topik skripsi.  Dan, bisa mulai mengerjakan sembari KKN.  Kalau kebingungan menentukan minat, silahkan mulai aktif cari jurnal ilmiah atau ke perpustakaan fakultas untuk melihat seperti apa pembahasan pada bidang-bidang skripsi sesuai minat yang ada.  Kalau sudah yakin, okke… segera menghadap ke Dosen spesialisnya sebagai calon Dosen Pembimbing I.  Berikut dosen dan spesialisnya yang saya ketahui :
– Aljabar Ring (Pak Faisol, Pak Suharsono)
– Aljabar Modul (Bu Fitri, Pak Suharsono)
– Teori Graf (Bu Wamiliana)
– Operasi Riset (Bu Wamiliana)
– Geometri (Bu Dorah, Pak Muslim, Pak Amanto, Pak Tiryono, Pak Suharsono)
– Analisis (Pak Amanto, Pak Muslim, Pak Suharsono)
– Statistika (Bu Widi, Bu Dian, Pak Warsono, Pak Rudi)
– Cek sendiri di Siakad Online, 😀

Menurut saya, sobat juga perlu baca berikut ini untuk proses lebih detailnya.  “Menyusun Skripsi Sampai Seminar Usul

Kenapa memilih mata kuliah yang tidak dipahami untuk bahan skripsi ?

Ahaha.  Kok pembaca tanya begini?
#penulis mulai menuduh pembaca yang bertanya. #kepribadian.ganda. 😀

Jadi, begini.  Aljabar abstrak bukan mata kuliah yang saya tidak bisa.  Mata kuliah di semester 5 dan 6, saya tidak bisa… bahkan, semuanya saya tidak bisa.  Tetapi, yang diminati hati memang Aljabar abstrak.  Jadi, kalau sudah yakin dengan pilihan sendiri kan akan tahu kemampuan dan menjaga mood saat mengerjakan skripsi. #pilihanhati.

Karena kondisinya begini.  Saat semester 5 dan 6 adalah masa-masa sibuknya jadi mahasiswa.  Sudah mulai pegang jabatan lebih berat.  Sehingga, ya itulah kemampuan saya.  Tidak mungkin bisa membagi waktu dan pikiran yang banyak. #hindari mindset negatif.  Namun, tetap usaha.  Usaha agar akademik dan organisasi seimbang.  Namun, ya harus diakui.  Harus ada yang dikorbankan.  Satu Waktu dua Realita #ngga mungkin.  Mengikis waktu kuliah dan menyelesaikan tugas organisasi.  Sehingga, mulai menerapkan sistem SKS (Sistem Kebut Semalam) untuk Tugas, Quis, dan Ujian Semester.  Jadi, tidak semua konsep paham.  Hanya mengandalkan alur sistematis mengerjakan soal.  #yang penting bisa jawab. 😀   Jadi, semua pelajaran… saya tidak bisa.  Nilai mutu bukan patokan pahamnya materi kuliah. #opini.

Bagaimana mengerjakan skripsi sambil KKN ?
Kondisi KKN… sobat baca dahulu di pengalaman saya berikut ini.  “Pengalaman Kuliha Kerja Nyata Tematik Unila 2012“.  Saat KKN, pintar-pintar cari waktu luang.  Biasanya malam hari, banyak waktu luang.  #dah pintar lha bagi waktu.

Buat rangkuman yang telah sobat pahami.  Tidak harus paham 100%.  Dan, sepulang KKN siap menghadap Pembimbing I.  Terkadang, topik yang diberikan dosen hanya ‘nama materi’ (misal: ring armendaris, modul sederhana, teorema Jacobson density, pembangkit momen x, dsb) kemudian sobat searching sendiri.  Kalau beruntung, langsung mendapatkan softcopy-nya atau malah cetaknya.  Kebanyakan materi yang diberikan diambil dari buku yang belum diterjemahkan.  #bahasainggris.  Siap-siap browsing yang terkadang artikelnya sulit ditemukan.  Hanya sedikit orang yang telaten menulis artikel matematika karena tidak sabar menulis html untuk membuat equation/rumus.  Sehingga terpaksa menjelajah ke situs luar negeri.

Enak Kerja Praktik dulu atau KKN dulu ?
Sama saja.  Kalau saya Kerja Praktik dahulu, setelah itu KKN.  Karena saat itu masih aktif di HIMATIKA sehingga memilih kerja praktik ditengah-tengah tahun sembari mengurus Dinamika XIII.  #bisa.bolos.dekat.kampus.  KKN dipilih terakhir karena sudah LPJ, Lepas ‘Pembebanan Jabatan’. 😛  Fokus KKN.  Saran:  Nikmati KKN.

Ada yang perlu disampaikan ?
Oh, ada.  Kalau masih ragu dengan materi yang diberikan.  #yakin.nggayakin.sanggup.  Jangan membuat keputusan terlebih dahulu tentang siapa Dosen Pembimbing I (tandatangan).  Sobat masih minta topik dari beliau, tetapi jangan ditetapkan sebagai Dosen Pembimbing I.  Pelajari dahulu bahannya.  Jangan minta tandatangan dari Jurusan untuk mendapatkan persetujuan Dosen Pembimbng I.  Kalau sudah yakin, mantap.  Okke, tidak masalah.

Kenapa?  Karena pengalaman saya.  Saat saya meyerahkan rangkuman yang saya buat sepulang KKN.  Saya dialihkan ke Bu Fitri untuk membahas modul.  Karena, bahan dari Pak Faisol terlalu dalam untuk saya bahas.  Masih terlalu umum.  Khawatir akan memakan waktu lama dalam penyelesaiannya.  #sampaikan target kelulusan sobat ke Dosen yang dimohon.

Kemudian, kalau sobat pernah menghadiri Seminar Hasil Penelitian kakak tingkat.  Sobat akan menemukkan pembahasan yang masih bisa dilanjutkan.  Pada saat Seminar Hasil Penelitian, kesempatan tanya jawab dengan dosen biasanya akan ada selipan bahwa skripsi itu bisa dilanjutkan di bagian ‘ini dan itu’.  Nah, dicatat tuh.  Bisa dapat bahan dari situ, dan acuan sudah ada dari kakak tingkat.  #bisa.lanjut.com

***
Owwwkeh.  Itu tadi pengalaman saya.  Dari pengalaman ini, sobat bisa gabungkan dengan informasi yang sudah sobat tangkap dari kakak tingkat yang lain.  Ambil pelajarannya ya.  Kalau ada persepsi yang salah mohon dimaklumi.  Banyak kata yang tidak baku, harap maklum.  Semoga bermanfaat.

Endingnya, bingung…  #the-end.

Iklan

7 responses to “Go By #6 Topik Skripsi

    • Ehehe. Karena artikel tentang skripsi memang ‘sesuatu’ banget, mas. Kenangan saat bersamanya terlalu membekas di hati. #uadeh bahasanya. 🙂

      Buku sampean kapan bisa saya kembalikan ?

    • okke, mas. Iya, masih di Balamp. Minggu depan insyaAlloh saya kembalikan.

      Sori, mas. Artikel sampean belum sempat saya baca. Bentuknya Pdf sih. Download dulu. Hemat paket, wes arep abis iki. Yang bentuknya langsung artikel di blog ngga ada tho?

Menurutmu bagaimana?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s