Go By #1 Sidang Skripsi


^^^^ Sebelum baca lebih lanjut, Tolong berikan rating untuk artikel ini, sob.  Letaknya diatas.  Terimakasih sebelumnya ya. ^^^

Artikel ini untuk kawan-kawan tercintahHHHH, Geometri.  Matematika Unila 2009.   Ini pengalaman saya pribadi sebagai mahasiswa Jurusan Matematika Unila.  Jika sobat adalah mahasiswa dibidang, jurusan, fakultas, universitas lain.  Mungkin sedikit persamaan atau hal baik untuk diambil, tetapi saya hanya mencoba berbagi pengalaman.  Jika sobat ingin memberikan komentar atau saran, saya sangat berterimakasih dengan membaca artikel ini.  Siapa tahu saya salah mengambil persepsi. 😀

Dari dahulu, saya ‘pengen beut’ menulis artikel ini.  Niatnya, berbagi pengalaman.  Pengalaman saya dan orang lain jelas beda.  Jika dibandingkan, pasti ada cara ribet dan mudahnya, jadi sobat bisa ambil yang baik dan hindari kesalahan yang pernah saya buat.

Okke.  Kalimat pembuka dimulai dari penyamaan suasana.  Saat saya menulis tulisan ini, saya sedang memutar lagu ‘The Triangle – How Could You’ ahaha (jangan ambil maknanya).  Kebanyakan saya suka lagu bukan karena isi liriknya, tapi pergantian teratur nadanya, musiknya.  Itu yang saya nikmati.  Lagu kedua sori, ngga tahu judulnya.  Cuma akustik, Ayu Emiliandini, mirip ‘A Thousand Miles’ (tapi bukan).  Dah, Cuma lagu itu yang saya puter sampai selesainya artikel ini.  Katanya jonnnn, kalau menulis sambil mendengarkan lagu, emosinya bisa terbawa.  Jadi, sobat bisa menyamakan suasana/emosi saat saya menulis dengan ketukan-jeda pembacaan yang sama.  Owkeh, sob.  Kite masuk ke inti bom atom.

Sidang skripsi.  Awalnya bagaimana? Akhirnya, lebih gimana ?  Ternyata, sidang skripsi TIDAK se-ngeri yang dibayangkan atau disiksa dengan pertanyaan menghujam.  Pertayaan yang disampaikan kebanyakan dalam buku Kalkulus I, DAN sedikit tentang skripsi.  Semoga semuanya cuma mengalami satu kali sidang skripsi.  Amiin.  Artinya sekali sidang beres, tidak perlu diulang, dan LULUS.  “S.Si”… cie cie cie.  >>> perjuangan ‘ngga cuma’ selesai setelah S.Si <<<

Cara Tanya Jawab

Ada yang bilang pertanyaan yang diajukan buru-buru, tetapi kalau yang saya alami, sidang berlangsung santai karena dosen mengulur waktu sembari menunggu jam mengajar berikutnya.

Diperbolehkan membawa buku catatan, buku paket.  Tetapi, yakin dah, tidak perlu dibawa karena tidak akan cukup waktu untuk membuka ‘bolak-balik’ karena pasti akan di ‘skip’ oleh dosen dan berlanjut ke pertanyaan berikutnya.

Kalau sudah yakin dengan jawaban, sampaikan dengan penjelasan yang baik.  Kalau ragu dan benar-benar tidak tahu lebih baik katakan, ‘maaf, lupa’ atau ‘maaf, saya belum paham konsepnya’ dan dosen akan berlanjut ke pertanyaan berikutnya.  Jangan ‘over-pede’ pada jawaban yang masih ragu, biasanya akan memancing debat dan akan lebih diajukan soal-soal yang memutar, menguji konsistensi jawaban sobat.  Debat menurut saya tidak baik, walaupun dalam posisi benar.  Apalagi kalau dalam posisi salah. #opini.  Hindari debat dengan dosen.  ‘Pass’ jika memang merasa cukup atau tidak bisa menyelesaikan pertanyaan.

Ruang dan Waktu Sidang

Ruang dan waktu sidang, sobat yang tentukan sesuai permintaan dan persetujuan dosen.  Bisa di MIPA T atau di Gedung Matem.  Usahakan yang ber-AC saja, sob.  ‘Biar adem’ karena tidak menutup kemungkinan waktu pelaksanaanya akan lama.  Semisal, sambil menunggu jam mengajar berikutnya, dosen akan menghabiskan waktu selama sidang skripsi.  Kalau kondisinya seperti itu, biasanya pertanyaan yang diajukan tidak terburu-buru untuk dijawab.

Kronologis di TKP

Pertanyaan pertama dari dosen pembimbing, ‘Kamu sudah siap ?’, disambung pertanyaan berikutnya, ‘sebelumnya silahkan berdoa’.  Bagi ‘guweh’, asli ini terdengar #agak_ambigu.  Kok doa masuk acara formal, kite biasanya kan juga doa.  Apa saya mau disiksa? Disobek-sobek.  Atau mau ‘dibeteti’ (Jawa: kalau ikan laut akan dimasak sebelumnya harus di’beteti’).

Minimal akan ada 3 sesi pertanyaan tanpa pembatasan, pokoknya sampai Pak Dosen merasa puas.  Setiap sesi hanya satu dosen yang memberikan pertanyaan.  Sesi pertama, sobat akan disiksa Dosen Pembahas.  Sesi kedua, sobat akan disobek-sobek oleh Dosen Pembimbing II.  Sesi ketiga, ‘dibeteti’ oleh Dosen Pembimbing I.

Pertanyaan yang diajukan

Dari hasil olah TKP yang kakak tingkat alami, dan teman-teman yang sudah sidang skripsi.  Pertanyaan yang diajukan ternyata sama.  Entah, mungkin sudah ada standar pertanyaan.

Pertanyaan pertama (Dosen Pembimbing I) :  “Kamu sudah siap?”  (kemudian disambung) “Silahkan berdoa terlebih dahulu.”

<Sesi 1 dimulai> _Kalkulus 1_

Pertanyaan Kedua (Dosen Pembahas) : “Apa itu himpunan?” (disambung operasi, notasi, jenis. Ex: himp kosong, irisan, dsb)

Pertanyaan ke-3 (Dosen Pembahas) : “Apa itu fungsi ?” (disambung notasi, operasi, jenis, ex: fungsi crossproduct, kontinu, dsb)

Pertanyaan ke-4 (Dosen Pembahas) : “Apa hasil dari akar x kudrat?” (diajak ‘muter-muter’ dengan soal ini, fungsi mutlak, definisi nilai mutlak).

<Sesi 2 dimulai> _Kalkulus 1_

Pertanyaan ke-5 (Dosen Pembimbing II) : “Selesaikan pertidaksamaan berikut ini !”.  (ngga bisa nulis equation, sob. Sori-sori.  Pokoknya pelajari tentang operasi penyamaan ruas kiri-kanan dalam persamaan yang benar, sesuai aturan).

Pertanyaan ke-6 (Dosen Pembimbing II) : “Syarat fungsi kontinu?” (berhubungan dengan limit, sketsa fungsi kontinu, notasi limit dg epsilon).

<Sesi 3 dimulai>  _Dari dasar, akar skripsi sampai terang benderang maksudnya, menuntun_

Pertanyaan ke-7 (Dosen Pembimbing I) : “Apa itu basis ?” (kombinasi linear, basis non baku, teorema pada kombinasi linear, span, dsb)

Ngga harus ada

“ Apaan nih ngga harus ada ? “

“Santai beib, yang berikut ini ngga harus ada dalam sidang skripsi.  Tetapi, aQyuh akan selaluH ada dicici Myuh”.

#yeah. Yang merasa muda belum pernah ‘ketiban’ gombal, kasihan deh lu. (Jawa: ketiban=kejatuhan).

Yo, sob.  Dunia ‘tidak cuma’ berisi kisah sains, tetapi juga ada kisah sosial.  Maka dari itu, subjudul ini ada.  Tentang tata krama.  Sebaiknya ada, tetapi tidak harus ada.

Untuk Dosen yang menguji sekiranya perlu air minum dan snack supaya beliau tidak perlu mondar-mandir keluar ruangan untuk mengambil minum sendiri, siapa tahu dosen merasa serak saat mengajukan pertanyaan yang mendorong kite merangkul si “S.Si”.  #Jangan coba saat Ramadhan.  PUASA Oiii !  Kecuali, kalau sidang skripsinya menjelang magrib.

Kenang-kenangan untuk beliau yang selama ini membimbing dan meneliti bersama sekiranya pantas untuk mendapatkan kenangan-kenangan, tanda terimakasih.  Tidak harus setelah sidang skripsi untuk memberikan kenang-kenangan, bisa saat penyerahkan skripsi, saat wisuda juga okke.  Kenang-kenangan bisa kolektif dengan teman-teman se-pembimbing, mandiri.  Kalau kata kakak tingkat bisa berupa parcel, karikatur, dsb.  Ngga harus ada lho ya, dosen juga tidak meminta. “Tetapi, aQyuh akan selaluH ADA dicici Myuh”. 😛

Udah, gitu ajah

Ya, udah.  Begitu saja.  Ngga ribet kan sidang skripsi.  Buktinya, bisa saya tulis – ngga panjang.

Sedikit tambahan.  Menimbang saya mendalami matematika murni, mungkin untuk sobat – yang mendalami statistika – lingkup pertanyaan yang diajukan akan berbeda pada Dosen Pembimbing I karena, berdasarkan pengalaman saya, yang ditanyakan adalah materi dasar pada skripsi.  Kalau Dosen Pembimbing II dan Pembahas, berdasarkan pengalaman kakak tingkat, yang ditanya himpunan, fungsi, …. , KALKULUS I.

Minimbang lagi,  karakter dosen pembimbing dan pembahas kite bisa beda karena dosen pembimbing dan pembahas kite juga beda.

Sudah malam, sob.  Saya tidur dulu.  ngantuk.  Lanjut dah silahkan jika ingin terus membaca.  Tapi saya izin dulu, mau tidur.  Kalau kamu kemalaman, mau minap disini juga ngga papa.  Ada kopi tuh di belakang kalau masih betah,  saya tidur dulu ya.  Terimakasih sudah baca sampai baris ini.

Iklan

2 responses to “Go By #1 Sidang Skripsi

Menurutmu bagaimana?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s