Udara #5 Terdengar Cinta


Udara Cover

Udara benar-benar lelah.  Sambil terus bergerak  santai, kedipan matanya sayup-sayup menarik kebawah.  Kata orang, ‘tinggal 5 watt’.  Walau hati belum merasa puas dengan pengembaraannya.  Namun, ia sadar.  Ia sadar badannya meminta hak untuk berbaring sejenak.

Jauh di depan pandanganya terlihat bangunan sederhana.  Bangunan yang rasanya pas untuk dirinya merebah, mengikuti nasihat hati.  Dengan terduyun-duyun lambat, ia melaju ke gedung tersebut.  Sebentar ia mengenali tiap goresan di dinding dan ruang yang nyaman di bangunan tersebut.  Menghela nafas teratur, menyandarkan pundaknya ke dinding, dan kedua tanganya menjadi bantal.  Semuanya terasa nyaman untuknya.

Sesaat sebelum terpejamkan mata.  Telinganya mendengar suara seorang bocah yang ternyata berada dalam satu ruangan, ia tak sadari.  Matanya tak jadi terpejam, ia khawatir mengganggunya.  Ingin pergi, ragu.  Ia mendengar si bocah terus berkata.  Beberapa kalimat yang bocah katakan cukup terdengar jelas, terdengar cinta.

Saat menulis tentang cinta ?”, kalimat si bocah pertama kali terucap.

Kemudian , beberapa detik menjeda ucapannya.  Dan melanjutkan.

Saat menulis tentang cinta.  Tersadar bahwa tinta mengalir begitu saja diakhirnya, tak tersentuh rekayasa.  Tanpa logika.  Atau mungkin hati yang berbicara.  Namun, hanya berani tertulis dirobekan kertas.  Robekan kertas yang kemudian dirobek lagi.  Mata berkedip seribu kali, namun hanya melihat fiksi karena hanya pena dan kertas yang mengerti”, udara mendengar sayup-sayup suara sambil menahan kelopak matanya yang lelah.

Udara tersenyum sesaat dengan kepala yang sedikit menoreh ke samping.  Lelah masih bersamanya.  Ia merebahkan badanya dengan posisi yang lebih nyaman.  Ia tak lagi ragu untuk tidur karena yakin si bocah tak terganggu.  Dan akhirnya pun udara tertidur lebih dahulu daripada si bocah yang tetap melanjutkan kalimat-kalimatnya.  Beberapa waktu masih saja terdengar, cinta.

Iklan

Menurutmu bagaimana?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s