Udara #2 Hari Pertama


Udara Cover

Ah, akhirnya baling-baling itu berhenti.

Wah, rasanya sama saja.  Oh, ini cuma pernyataan ambigu.  Ini kan hari pertama udara hidup bebas.  Saya pernah menyentuh hidup ini.  Namun, yang membuatnya beda adalah rolling angka di kalender itu.  Udara kali ini bebas.  Hari pertama dia belajar mengerti.  Ada benda bulat cair terjun dari langit.  Namun, ia masih ragu untuk menyapa siapa mereka.

Biarlah saja, saya masih ingin tahu banyak hal tentang ruang ini.  Adakah batas seperti ruang kemarin“, pikir udara.

Ternyata, hari ini tidak seperti yang diharapkan.  Udara diam ditepi-tepi siku bangunan.  Merasakan dingin yang membuatnya tertahan dan tidak bisa ke semua tempat.  Hanya beberapa tempat yang ia kunjungi.  Salah satunya, ruangan pertamanya dengan baling-baling.

“Hai, baling-baling.  Kita bertemu lagi.  Kali ini kamu diam.  Tetapi tak mengapa, setelah mereka berhenti terjun saya akan pergi meninggalkanmu.  Sebenarnya ada apa di luar sana? Saya masih penasaran?”, udara membaca mantra penenang hatinya.

 

Iklan

Menurutmu bagaimana?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s