Menunggu Hujan


Duduk, di depanku kolam.  Kolam buatan di taman IAIN (Institut Agama Islam Negeri) Bandar Lampung.  Tiap detailnya saya lihat.  Rumput, gelombang air, kecapung, dan burung seriti.  Tanpa menyapa, tetapi menemani pemandanganku.

Lebih jauh mataku melihat.  Rumput ternyata tidak semuanya hijau, di seberang kolam ada yang berwarna kuning.  Gelombang air ternyata mulai bergerak ke arah lain mengikuti angin.  Kecapung ternyata sedang asyik bermain dengan teman-temannya.  Dan, Burung Seriti menyambar serangga di permukaan kolam.

Menunggu Hujan Sore

Underneath the black sky.  Langit di atasku menerjunkan air rintik-rintik seperti pasukan tempur dari pesawat M16 tahun 30-an.  Tiba-tiba, hujan turun mengganti gerimis, sekejap.  Okke jossss.  Ternyata langit juga berubah, ngga bersahabat seperti biasa.  Mengusirku tanpa selang waktu yang lebih lama.  Saya memang menunggumu, tetapi caramu datang memang sesukamu.

Hujan semakin deras dan playlist lagu di HPku tepat memutar Jassy J – Price Tag.  Rasanya pas bener.  Beberapa liriknya agak menyindir.

Can you feel that (yeah),

It’s not about the money, money, money,

W
e need to take it back in time,

Wanna make the world dance,

2 responses to “Menunggu Hujan

    • pengennya di Unila aja, tapi di Unila kolamnya dipagar. Ntar objek karangannya “cerita rusa”,🙂

      owesss, blogger muda selesai launching sudah aktif berkeliaran. Awas nyasaarr…

Menurutmu bagaimana?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s