Ada apa dengan sastra ?


Banyak orang yang doyan (garis miring) suka dengan sastra.  Kenapa ada apa gimana?  Nambah lagi.

Iya, sastra itu memang indah kok.  Membantu memvisualisasikan imajinasi yang belum sempat tersentuh dengan cara yang biasa.  Misal, dengan kata-kata pembuka paragraf yang sering berbentuk deskriptif.

‘Langit biru senyum merona senja menelisik pandangan Sukma …’

Dan seterusnya, dari tulisan itu isi kepala mulai penasaran dan mencoba untuk memvisualisasikannya.  Em, disitu mungkin kuncinya.  Rasa penasaran dalam berimajinasi.  Imajinasi yang indah dapat menggeser pikiran penat yang acak-acakan berantakan di dalam pikiran.

Penasaran ?

Iya, rasa penasaran seseorang yang membaca susunan kata itu (mungkin) yang membuat betah pada jajaran huruf.  Imagination adalah ruang tanpa batas sehingga seberapa jauh kata-kata itu disusun, sangat mungkin untuk membuatnya ada.  Seolah-olah nyata, bermain, berkreasi, berlari, terbang, menyusun, salto, koprol, guling-guling, jingkrak-jingkrak, menari, menangis, tertawa, dan SEMUANYA.  Semuanya tanpa batas.  Batas pun jika ada adalah suatu imajinasi.  Coba uji khayalanmu dengan kata-kataku berikut ini,

Mengitari bumi dengan sebuah sepeda ontel itu.  Bejo tak pernah merasa lelah.  Coklat asin yang selalu ia kunyah menjadi teman saat menggowes kencang-pelan-kencang sepedanya.   Dengan sepeda itu, rotasi bumi pun mampu untuk ia lawan.

Gimana?  Sulit ngga untuk memvisualisasikannya, ada rasa penasaran untuk coba memvisualisasikannya?  Gampang kan ya 🙂 .  Begitulah (mungkin) sastra bermain dengan pikiran.  Tetapi, tunggu dulu, sob.  Sastra ngga cuma sebatas itu mengambil alih ceriamu.  Ada sisi tambahan yang ia ambil.  Apa itu ?  Apa?  Iya, Apa?  Apa sih?  🙂  Touching your heart. 

Touching your heart

Menyentuh hatimu.  Mengambil perasaanmu.  Dan, jika tersentuh…. iya, jelas akan masuk ke memorimu.

masuk memori?? emangnyeeee hardisk bang. jiah… ahahahahaha 😀 .

Huwaitszzzz….  Saya serius, sob.  Pembaca yang sudah tersentuh hatinya, sadar tak sadar akan sensitif dengan apa yang berhubungan dengan tulisan tersebut.  Misal, kejadian, nama tokoh, suasana, de es be …. dan sebagainya.

Pernah ngga sih ?  Langsung melihat seseorang tertimpa musibah.  Mereka menangis (netesin air mata).  Ditonjok orang sampai nangis, masuk sungai hanyut sampai menangis, kejepit sampai menangis, bla bla bla… pasti sudah tahu maksud kalimat ini.  Iya, membaca sastra sampai menangis.  Sastra menyentuh hati, memainkan empati, simpati, ‘perasaan peduli’ pembaca… mungkin kalau si pembaca bisa masuk ke buku tersebut pasti masuk dah buat nolong tokoh yang sedih, atau menghancurkan si jahat.  Apa daya, pembaca hanya penasaran dan berempati…. DAN DAN DAN, pembaca terus ingin tahu seperti apa endingnya.  Sebegitu pedulinya pada nasib tokoh utama.

Stop dulu mas, maksud kamu nulis ini apa sih ? Elu suka sastra apa kagak?

Ampun dah, si pembaca nyolot (baca: penulis menuduh).  🙂

Saya suka sastra atau ngga ya?  (jawab) Iya, suka lah.  Saya punya hati, punya perasaan, rasa penasaran, simpati, dan empati.  Tidak ketinggalan IMAGINATION (Tetapi, saya ngga punya telepati). Ini hanya sekedar opini saya kok.  Mengumpulkan informasi, berfikir, dan mengutarakannya dengan pendapat.

Sastra itu juga bisa menjadi pengembang karakter, kepribadian, dan cara berfikir.  Karena, imajinasi yang ada mengajarkan bahwa ada yang nyata yang harus dihadapi.  Sastra itu bisa melatih empati dan simpati dengan imajinasi masalah yang disampaikan.  Pembangkit emosi positif dengan menggeser bayangan negatif melalui kata-kata yang membuat damai di hati.  >>> Tapi, sastra itu juga bemacam-macam (ojo lali).  Sehingga, lebih baik ambil (garis miring) baca sastra dengan muatan positifnya yang lebih besar, bisa memilah.

Tetapi lagi… , bagaimana pun juga, seindah apa pun itu, mengingatkan saya pribadi bahwa tiada susunan kata seindah susunan kata yang telah diturunkan dari langit.  Kitabullah, Al Qurannul Karim.  Melebihi dari sebuah taburan kata yang rapih. Itu adalah suatu gendongan lembutnya cinta sang khalik, cinta suci yang menginginkan kebaikan tertanam bagi setiap ciptaanNya.  Dan, menuntunnya pada tempat yang baik.

Sudah malam, sob.  Saya tidur dulu.  ngantuk.  Lanjut dah silahkan jika ingin terus membaca.  Tapi saya izin dulu, mau tidur.  Kalau kamu kemalaman, mau minap disini juga ngga papa.  Ada kopi tuh di belakang kalau masih betah,  saya tidur dulu ya.  Terimakasih sudah sempat main kesini.

Iklan

2 responses to “Ada apa dengan sastra ?

Menurutmu bagaimana?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s