Cintamu dan Cintaku


Cinta tak terbantahkan
Sebuah cinta luarbiasa seseorang kepadaku.  Sebuah cinta yang membuatku selalu merasakan cukup.  Sebuah cinta yang tak terpatri dengan ungkapan kata.  Sebuah cinta yang membuatku takut untuk jatuh cinta.  Sebuah cinta yang membuatku takut untuk jatuh cinta.  Sebuah cinta yang membuatku takut untuk jatuh cinta.  Cintamu, ibu.

Sebuah cinta yang membuatku takut untuk jatuh cinta
Seseorang sederhana, namun memiliki cinta luarbiasa kepada seseorang yang dicintainya.  Walau terkadang, cara untuk menilai cintamu begitu sulit.  Engkau telah membesarkanku dan mencintaiku seumur hidupmu.  Namun, ketika dewasa, saya harus memilih seseorang wanita yang bahkan belum tentu mencintaiku seumur hidupnya, bahkan mungkin saja cintaku kepadanya dapat melebihi cintaku padamu.

Engkau mananggung nafkahku hingga beranjak dewasa. Namun, sebelum saya mampu membalasnya, haruskah saya bertekad untuk menanggung nafkah orang lain yang saya pilih, perempuan asing yang baru saja saya kenal.

Diam, semua isyarat diam untuk mendewasaanku yang belum saya ketahui, kemudian engkau ikhlaskan terpendam dan membiarkan saya untuk mengerti diamnya seorang wanita yang mengambil hatiku.

Tangismu, tangis yang engkau berikan selama mendidikku kemudian engkau usap sendiri sebelum saya mengusapnya, Engkau mengikhlaskanku untuk mengusap air mata seorang wanita yang belum tentu mencintaiku seperti cintamu kepadaku.

Senyum, tarikan lembut pipi dan binar mata bahagiamu sederhana, tanpa mengatakan kata-kata motivasi sehebat Mario Teguh, namun lebih dari suplai semangat untukku.

Iya, sebuah cinta tak terbantahkah…. Cintamu kepadaku, ibu.  Doamu, keacuhanmu, tangismu, diammu, kekhawatiranmu… haruskah engkau ikhlaskan begitu saja kepadaku dan membiarkanku mencintai seseorang yang belum tentu mencintaiku.  Saya takut, saya takut pilihanku hanya akan membuatmu cemburu.

Sebuah anugrah cinta dari penguasa langit dan bumi.
Demi cinta yang engkau berikan kepadaku.
Cintamu padaku, Ibu.
Cinta tak terbantahkan.

So I’m going home, back to the place where I belong, and where your love has always been enough for me, Mom.

Iklan

Menurutmu bagaimana?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s