pH 7 (Netral)


Definisi (Derajat Keasaman )
pH adalah derajat keasaman yang digunakan untuk menyatakan tingkat keasaman atau kebasaan yang dimiliki oleh suatu larutan. Ia didefinisikan sebagai kologaritma aktivitas ion hidrogen (H+) yang terlarut. Koefisien aktivitas ion hidrogen tidak dapat diukur secara eksperimental, sehingga nilainya didasarkan pada perhitungan teoritis. Skala pH bukanlah skala absolut. Ia bersifat relatif terhadap sekumpulan larutan standar yang pH-nya ditentukan berdasarkan persetujuan internasional (Wikipedia, 2012).

Definisi (pH 7)
Air murni bersifat netral, dengan pH-nya pada suhu 25 °C ditetapkan sebagai 7,0. Larutan dengan pH kurang daripada tujuh disebut bersifat asam, dan larutan dengan pH lebih daripada tujuh dikatakan bersifat basa atau alkali. Pengukuran pH sangatlah penting dalam bidang yang terkait dengan kehidupan atau industri pengolahan kimia seperti kimia, biologi, kedokteran, pertanian, ilmu pangan, rekayasa (keteknikan), dan oseanografi. Tentu saja bidang-bidang sains dan teknologi lainnya juga memakai meskipun dalam frekuensi yang lebih rendah (Wikipedia, 2012).

Saat dunia mulai menyirapkan harapan-harapan, entah itu terlalu berharap lebih akan suatu masa depan, kawatir hati terikat dengan dunia.  Atau, entah itu merasa hilangnya harapan karena sadar keterbatasan kemampuan.

Hati bisa merasa sangat sepi, bahkan di saat dalam keramaian.  Seolah-olah kangen, kangen dengan siapa?  Ada suatu tarikan batin…  Ia tak terlihat, namun dapat dirasakan.  Hati bisa merasa sangat asam, mungkin karena kesedihan.  Kemudian, terasa sangat nyaman dengan sholat… seolah-olah menjadi pH7.

Hati bisa sangat bahagia, sehingga melupakan ada bagian kehidupan yang masih merasakan kesedihan.  Ketenangan Sholat, mengenalkan pada hati bahwa kebahagian perlu dibagikan kepada orang-orang yang sedang bersedih.  Hati ini bisa seperti basa yang merasakan sangat licin karena terlalu bahagia, kemudian sholat dapat menetralkannya.

Sholat menjadi pH 7.  Sholat menenangkan hati saat harapan terlalu berlebihan,  Sholat menyemangati saat harapan seolah-olah tak terlihat.   Yang benar adalah… bukan tentang seberapa besar mimpi.  Tetapi, seberapa pantaskah diri untuk suatu mimpi yang dituliskan dalam ingatan.

Saya tahu sholat saya tidak sempurna, namun saya tetap merasakan efek langsung dari sholat tersebut.  Sholat iku… rasanya, ‘adeeeeemmmmm….‘.

Sebarapa pantaskah diri untuk suatu mimpi yang besar.  Terus berusaha adalah suatu upaya, hasilnya… ikhlaskan pada-Nya.

Iklan

Menurutmu bagaimana?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s