La Tahzan


Pernah ada yang menyampaikan kepada saya bahwa saya ini anteng-anteng saja.  Tidak, maaf saya jawab dengan senyum.  Saya tidak selalu anteng.  Saya sedih, saya galau, saya kalut, saya gundah, saya bimbang, saya ingin tahu, saya penasaran, saya kecewa, saya menyesal, semuanya juga saya alami sebagai manusia biasa.

Jika memang seperti itu yang terlihat, saya bersyukur bahwa saya memiliki keluarga yang selau meberikan dorongan semangat, beberapa teman yang selalu membagikan senyum, dan saat kesepian tanpa ada orang disektitar maka buku yang menemani saya saat sendirian.  Ada satu buku yang selalu membuat saya up up up… semangat lagi saat hati tidak menentu.  Sebuah buku pemberian seorang teman, Heri Hariri.  La Tahzan karya Dr. Aidh Al Qarni.  Buku ini tersarikan dari ayat-ayat Al Quran.  Memberikan penenang jiwa.  Sesuai dengan judul yang dituliskan, La Tahzan = Jangan Bersedih.

Benar tidak jika seseorang itu bisa kecanduan motivasi karena selalu membutuhkan kata-kata bijak.  Berbahaya jika sampai tercandu motivasi, harus tetap memiliki kesadaran bahwa tanpa motivasi kita harus bergerak, seperti layaknya mata saat berkedip.  La Tahzan, menurut saya mampu menggerakan lebih dari buku motivasi yang lain.  Kata-kata yang disarikan diberikan penjelasan-penjelasan dan contoh-contoh yang mudah dipahami dan dibaratkan.

Jika sobat ingin membaca buku ini bisa melalui link berikut ini. (klik aja)

 

Menurutmu bagaimana?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s