Komitmen dan Ketulusan


Astagfirulloh, kenapa blog ini malah kebanyakan saya isi dengan isi hati saya.  Faktanya saya belum banyak berubah dari 2 tahun yang lalu.  Hidup macam apa ini.  Pergi-pulang, semuanya masih tak lepas, bahkan masih terikat kuat dari kasih sayang keluarga.  Saya benar-benar ingin mandiri.  Membahagiakan orangtua saya dengan kedewasaanku.  KELU…  MALU… Saya tengok perkembangan profil FBku, dari status tempo dulu hingga sampai saat ini… saya rasa masih kekanak-kanakan.  Mana orang yang pernah saya harapkan?

Terimakasih karena Alloh mengabulkan doa itu

Pernah saya kelu dengan apa yang saya lihat, mata adalah kawan hati.  Namun, hati lebih bisa melihat jelas dengan bening arti dari ketulusan.  Saat itu SMP, pernah saya berdoa… “Ya Alloh, tunjukkan makna ketulusan“.  Saya mengerti, lambat laun mataku mulai minus.  Saya bersyukur Alloh memberikan saya mata minus.  Ini jawaban untuk doaku.

Saat mata hanya kelu melihat fatamorgana, kesemuan yang saya lihat.  Berdiam dan merenung adalah pngajaran bagiku, melepaskan kacamataku, kemudian menelisik lebih dalam apa yang saya lihat dengan hati.  Alloh menuntunku, melihat semuanya.  Tentang ketulusan dari semua yang telah didekatkan denganku.  Sungguh ini yang saya harapkan, saya berharap bahwa semua yang akan saya kerjakan juga sebaliknya, tanpa memandang seperti apapun-siapa pun yang saya bantu.   Sehingga ketenanganlah yang saya dapatkan.  Ketenangan untukku dan orang disekitarku.

Saya tidak tahu apa itu definisi cinta.  Namun, saya dapat mengerti bahawa cinta mengajarkanku secara sadar perlu ada selipan nama seseorang dalam doa, tanpa mengharapkan sebaliknya.  Cukup doa sebagai penyampai cinta.  simple… saya pikir, saya memang kurang wawasan tentang cinta.

Faktanya saya hanyut

Faktanya saya hanyut.  Lihat saja malam ini, semuanya terlihat sama.  Gelap malam ini masih sama dengan gelap kemarin, masih sama dengan penyesalan yang sama.  Saya butuh komitmen untuk lepas dan bergerak lebih jauh untuk masa depan nanti.  Faktanya, semuanya masih menghanyutkanku… saya ingin memiliki karakter, bukan hanyut dalam lingkungan.  Memegang komitmen… mungkin memang beginikah fitrahnya, saya tidak akan memiliki komitmen, kecuali terus belajar memegang komitmen sampai tanah-tanah ini menyelimuti saya.  Bismillah, dengan menyebut nama-Mu ya Robb, meskipun getir malu lebih dari sekedar menunduk untuk memohon pertolonganmu kembali, Kepada-Mu jua.

Hidup memang bersinggungan dengan apa yang kita baca, apa yang kita sentuh, beraktifitas dengan lingkungan sekitar.  Keteguhan jiwa, keteguhan jiwa, keteguhan jiwa… saya berharap bahwa saya dapat memiliki keteguhan jiwa untuk tegas menentukan satu pilihan dari berbagai bentuk pilihan dan benar-benar itulah yang akan saya teguhkan dari ketulusan yang terlihat olehku.

Iklan

Menurutmu bagaimana?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s