Menyusun Skripsi (Sampai Seminar Usul)


Pengalaman saya tentang menyusun skripsi.  Semoga tulisan ini bermanfaat untuk sobat.

Bahasa ‘menyusun’ skripsi memang lebih tepat digunakan daripada ‘menulis’ skripsi karena sebagai mahasiswa S1, tugas akhirnya adalah menyusun materi/kajian yang sudah ada dengan cara mahasiswa itu sendiri.  Jadi, bukan menulis karena seolah-olah telah mebuat materi baru (layaknya S2 atau S3).

Skripsi merupakan tugas akhir untuk mahasiswa strata 1 (S1).  Standar TA (Tugas Akhir) untuk mahasiswa S1 berbeda dengan Mahasiswa S2 yang membuat thesis, juga berbeda dengan mahasiswa S3 yang mebuat disertasi.  Standar TA mahasiswa S1 adalah membahas materi yang belum pernah diajarkan/didapatkan pada perkuliahan sebelumnya, namun materi tersebut sebenarnya sudah ada.  Lebih tepatnya, materi yang dibahas merupakan materi pengembangan dari pekuliahan sebelumnya.  Enaknya ngomong, misal, jika sebelumnya pernah belajar cara memasak ‘nasi’, maka pada skripsi bisa mempelajari membuat ‘lontong nasi’ yang berdasarkan pembelajaran dari memasak nasi (padahal lontong juga sudah ada dari dulu, hanya saja kali ini adalah lontong dengan cara penyajian sobat).

Pengalaman ini akan saya tulis berdasarkan kronologis penyusunan skripsi dari menentukan topik sampai dengan seminar usul penelitian.  Pengalaman ini saya dapatkan saat menempuh studi di FMIPA Universitas Lampung, jadi perlu dipertimbangkan perbedaaan kondisi akademik jika sobat adalah mahasiswa yang sedang menempuh studi di tempat lain.

Pemilihan Topik dan Judul

Pada tahap ini sobat tentukan materi yang sekiranya menarik minat sobat.  Kenapa harus menarik minat? karena skripsi akan-berkemungkinan membuat jenuh, jadi jika memang sudah mapan akan mendalami hal tersebut maka harus benar-benar keputusan sendiri supaya bisa menjaga ‘mood’ bahwa ini adalah pilihan yang disanggupi dari diri sendiri.

Jika sudah mendapatkan minat ke suatu subjek/materi, namun masih bingung apa yang akan dibahas lebih spesifik maka sobat lebih baik mencari calon pembimbing (yaitu dosen yang spesial di bidang tersebut).  Coba tanyakan kepada beliau dari subjek tersebut apa yang bisa dibahas, atau lebih baik meminta beliau untuk menjadi pembimbing skripsi sobat (dengan cara non-formal dulu atau obrolan).  Jika beliau bersedia menjadi pembimbing sobat maka masalah judul nanti saja, akan didapatkan dengan sendirinya dengan menjalani masa penyusunan.  Kesampingkan sementara judul, yang penting topik spesifik sudah dapat.

Memang sering terjadi mahasiswa kebingungan memilih/menentukan judul, jangan seperti itulah… sobat jalani saja masa penyusunan.  InsyaAlloh nanti jika sudah mendapatkan alurnya sobat bisa menentukan judul yang pas karena sobat sudah punya pembimbing yang akan mengkoreksi penyusunan sobat.  (sederhananya, sobat mulai menyusun dari Bab II Landasan Teori, tinggalkan sementara Bab I Pendahuluan).

Pemilihan Dosen Pembimbing dan Pembahas

Secara formal, alur untuk menentukan dosen pembimbing dan pembahas adalah melalui surat tugas dari jurusan.  Dengan mengisi berkas yang sudah disiapkan jurusan.  Bisa beli ke Pak Tamrin.  Jadi, mahasiswa diminta menentukan secara mandiri topik dan judul… kemudian menyerahkan kepada jurusan draft yang sudah jadi… kemudian jurusan akan menugaskan siapa pembimbing dan pembahas melalui surat tugas jurusan.  (Pembimbing dan pembahas juga memiliki hak untuk menolak surat tugas tersebut apabila sudah memilki mahasiswa bimbingan yang banyak).

Bimbingan

Bimbingan adalah penuntunan kerja penyusunan skripsi pada waktu yang disepakati bersama antara mahasiswa dan pembimbing.  Bimbingan bisa dilakukan di kampus, di rumah, pagi, siang, sore, dadakan, ditunda, setengah jam, satu jam, dua jam, atau hanya sekedar mengumpulkan draft.  Sifatnya menyesuaikan sikon BGT.

Jangan artikan bahwa bimbingan adalah ajang mendengarkan dosen mengajarkan ini dan itu, namun disini dosen hanya sebagai penuntun, jadi semua kerja payah yang ada adalah kembali ke penulis/penyusun.  Usahakan saat pertemuan untuk bimbingan sobat sudah menyusun banyak materi ‘banyak’ (sangat banyak) dan masalah dicoret, perlu direvisi, kena shock terapi itu urusan nanti.  Karena saat bimbingan, dengan semakin banyak yang sudah tersusun maka akan semakin banyak mendapatkan bimbingan.

Cara enak ‘nyusun’…

Jurnal, apaan tuh?  Jurnal adalah… bla bla bla, dianggap sudah paham😛 haha

Dengan jurnal itu, adalah isyarat dari dosen pembimbing bahwa mahasiswa perlu mempelajari alur pada suatu materi yang sudah terbahas, namun yang masih ada keterkaiatan sehingga memberikan sedikit-lebih gambaran tentang materi yang sedang sobat susun.

Kenapa tidak dosen langsung saja yang mengajarkannya kepada mahasiswa ketimbang mahasiswa harus membaca jurnal, bukannya membuat lama?  Hehe, pertanyaannya benar.  Tetapi lupa, bahwa beliau adalah dosen pembimbing.  Hanya menuntun yang sudah anda susun, bukan yang menyusun.  Jadi, membaca jurnal itu adalah cara dosen menuntun penyusunan skripsi.

Apa harus dengan Jurnal ?

Ya, sebaiknya dengan menggunakan jurnal.  Karena jurnal sudah diakui keabsahannya.  Jurnal tersebut nantinya juga dapat dijadikan sebagai referensi.  Tetapi, yang saya utarakan tadi adalah ‘sebaiknya’, jadi boleh dengan cara lain.  Kalau saya sendiri, dengan memahami manfaat dari jurnal sebagai pemudah untuk mengerti alur maka dapat memanfaatkan ensiklopedia bebas Wikipedia (namun, dengan Wikipedia karena bersifat ensiklopedia maka ada beberapa artikel yang kurang baik jika dijadikan referensi, misal yang bersumber dari opini).

Labih gamblangnya, cara memanfaatkan Wikipedia adalah memanfaatkan link peninjaunya.  Jadi begini sob…  saat memahami alur, kita diminta mengerti mengikuti alur dari akhir ke awalannya.  Ilustrasinya begini… misalkan kita belajar hal baru tentang memasak nasi lontong.  Kemudian sobat mendapatkan informasi bahwa lontong itu ‘menggumpal’ dan ‘kenyal’.  Karena ini adalah hal baru, maka sobat juga tidak tahu apa pengertian ‘menggumpal’ dan ‘kenyal’ itu tadi.  Maka, dari sini sobat akan bekerja – memahami – mengikuti alur mundur… meninjau kenapa ‘menggumpal’ ?, oh.. ternyata ‘menggumpal’ karena ‘padat’ dan ‘sedikit mengering’… Karena ini adalah hal baru, maka sobat tidak tahu apa itu ‘padat’ dan ‘sedikit mengering’… dan sobat akan mencari informasi tentang ‘padat’ dan ‘sedikit mengering’…. Dan begitu seterusnya sampai definisi paling sederhananya-sampai bagian awalannya (bagian inilah yang dijadikan sebagai landasan teori).

Nah, dari ilustrasi diatas maka sobat dapat memanfaatkan Wikipedia untuk mempermudah pemahaman alur materi yang sobat bahas, karena di Wikipedia memberikan ‘link peninjau ’ (yang biasanya berwarna biru … haha, ya iyalah) untuk setiap istilah terkait (asing) yang digunakan.

 

“Galau”

Oiiiii…. Saya galau, asli.  Haha.

Tidak saya pungkiri bahwa skripsi membuat saya galau karena terus-terusan memikirkannya.  Semoga dengan tulisan ini, sobat tidak mengalami hal yang sama dengan saya.  Bisa anteng-anteng saja… padahal kalut (kalut itu levelnya diatas galau). Huehue…

Sobat ingin tahu seperti apa kegalauan yang saya alami… baca aja disini (hati adalah grup) (semenjak aku mengenalmu).  Singkat kata, ide yang ada di pikiran sobat jika tiba-tiba datang… langsung tulis saja, jangan sampai lupa… entah sekedar ditulis di draf SMS, catatan kecil, jika perlu…. Tulis di baju (haha becanda) agar tidak lupa.  Jangan ditunda.

Banyak penyebab untuk galau, salah satunya ada istilah “si bejo”.  Orang pintar kalah dengan orang bejo.  Jadi, sepintar apapun, jika si bejo tidak datang maka ide akan mandeg (berhenti:jawa).  Nah, jangan seperti itu.  Jangan menuggu si bejo datang, artinya sedang tidak ada ide untuk melanjutkan penyusunan sehingga terpikir ingin bolos dari bimbingan, kemudian memikirkan alas an apa yang tepat untuk menghindari bimbingan.

CARI SI BEJO, KEMUDIAN GEBUKIN AJA.  #anarkis.  Maaf sob, tambah larut malam.  Ruh saya mulai nge-rock. Uwiwiwiw.  Maksud saya begini, saat sobat tidak ada ide jangan berhenti menyusun.  Ingat, sobat punya pembimbing.  Sobat tulis aja, walau sobat tahu itu salah (sangat pasti adalah salah).  Udah deh, pokoknya tulis aja… kemudian esoknya jangan kabur dari bimbingan, dan siap-siap kena semprot (kritisi :red) habis-habisan dari dosen pembimbing, siapkan mental yang kuat, namun… akan ada pelangi setelah badai.  Mungkin masih dengan nada keras dosen mengkritisi kesalahan yang sobat tulis, namun disitu ada beberapa arahan/bimbingan alur dari dosen… “harusnya begini… begini… begini… jangan begitu… jangan kayak gini… tetapi begini… ini salah… ini benar… aduh, ini apa sih, begini lho “.  Ah, itulah pelanginya sob.  Walaupun dicampur badai, namun ada pelangi.  Seolah-olah cerah kembali, mendapatkan ide yang tersirat oleh dosen pembimbing.  JANGAN SEKALI-KALI KABUR DARI BIMBINGAN, nanti bisa terus-terusan kabur.  #ciyuzzz.

Penting juga sobat lebih memahami tipikal belajar sobat; visual, audio, audio-visual atau kinestetik.  Saya sendiri kinestetik.  Yaitu lebih mengerti jika mencoba langsung, saya kurang mengerti saat dosen menjelaskan langsung atau sekedar membaca buku.  Saya perlu mencoba langsung.  Kadang saya bingung/ngga-ngeh kalau belajar di kelas saat dosen menjelaskan, lebih terserap jika belajar sendiri di rumah.  Manfaatkan itu, dengan mengerti daya serap yang lebih cepat dalam memahami konsep akan dapat menghemat waktu sobat, dan dapat membagi waktu lebih teratur.  Karena, kesibukan sobat, saya yakin bukan hanya skripsi.

Pandai manfaatkan waktu untuk menghibur diri.  Pikiran sobat usahakan fokus untuk skripsi, namun jangan sampai terbawa jenuh terlalu pekat dengan skripsi.  Bawa santai aja, jangan buat skripsi menjadi tekanan dengan mengucapkan… “wah, galau skripsi… sulit skripsi… skripsi…skripsi…skripsi (nada lesuh) “, keseringan ngomongin skripsi akan membuat psikologi down.   Terhanyut pikiran sendiri.  Isi batin itu perlu disampaikan, asalkan akan ada jawaban dari isi batin itu.  Jadi, bisa dengan curhat dengan teman.  Paling pas dengan orangtua.  Ya, dibawa santai sajalah.  Skripsi itu ibarat sobat mengangkat batu dari garis start sampai finish, jangan berhenti diperjalanan karena beratnya ngga akan habis-habis, jika butuh didorongan.. ya, minta dorongan semangat dari orang-orang disekitarmu.. orang-orang yang akan mengsupportmu sampai finish.

Jangan lupa, doanya juga kenceng sob, doanya yang serius.  Minta diberikan kemudahan dari sang kholik.  Ini karya monumentalmu.  Saat sobat membutuhkan fokus, tidak menutup kemungkinan beberapa masalah akan datang dan membagi fokus sobat.  Maka dari itu, doa doa doa.  Kata Ust. Yusuf Mansyur, kalau doa jangan tanggung-tanggung… minta yang besar sekalian karena Alloh maha mengabulkan doa.

Apa lagi ya? Jika ada yang perlu dibahas, tinggalkan komentar saja ya diartikel ini.  Mungkin ada yang terlewat, juga bisa menimbang karena rutinitas yang kita alami beda, sob… sehingga bisa jadi ada beberapa penyebab galau yang lain.😀

Seminar Usul

Untuk mengadakan seminar usul, draft yang harus sudah sobat selesaikan adalah Bab I Pendahuluan, Bab II Landasan Teori, Bab III Metodologi Penelitian, dan Daftar Pustaka.

Setelah semua siap, sobat usahakan minta seminar latihan dengan dosen pembimbing sebelum seminar usul yang sebenarnya agar saat seminar usul dilakukan sobat tidak terlalu syok dengan beberapa pertanyaan dari peserta/audience.  Seminar latihan ini juga untuk mengecek ada tidaknya kesalahan pemahaman konsep,  mengecek slide presentasi ada kesalahan atau tidak, kemudian juga menyiapkan mental.

Nambah ya…

Jika sobat rajin, satu minggu gunakan 2 x 2 jam fokus untuk penyusunan skripsi itu sudah cukup.  Cukup pusing, cukup untuk menghadap bimbingan.

Sukses untukmu kawanku.

 

Mungkin ada beberapa yang terlewat, bisa dibahas dengan mengirim komentarmu di artikel ini.  Saya mulai ngantuk…

Menurutmu bagaimana?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s