Warna Hidup … Cepat berubah


Ya Alloh, lagi-lagi ingin rasanya saya langsung sujud.  Mohon kekuatan hati.

Hari ini terasa sekali… rasa yang Engkau berikan.  Manis, pahit, getir, ‘galau’, asin… ini kiasan sederhana, bukan tentang rasa dari lidah, namun rasa dalam hati.

Hari ini (13 Desember 2012) tidak bisa saya definisikan dengan satu perasaan yang mengisi sejarah hidupku.  Semua rasa bekerja dengan sangat cepat dan kuat, belum lama rasanya senang… sudah bertemu dengan rasa asin… belum beberapa jam dengan rasa asin itu, kemudian datanglah pedas… belum lama karena pedasnya kemudian terasa asam…, Walaupun tidak saya rasakan lebih lama, namun karena rasa yang kuat tersebut,  Seolah telah saya rasakan cerita panjang dalam satu bulan.

Rasa-rasa ini muncul dari setiap peristiwa yang mendatangiku hari ini.  Mungkin sengaja Alloh setting sedemikian rupa sehingga Ia menginginkan saya tumbuh dewasa dengan lebih cepat … mungkin karena akan ada hal yang lebih berat dari ini.  Ia sayang, saya tahu.

Jika bukan hal positif yang mengisimu, maka hal negatiflah yang akan mengisimu ( M. Ibnu Hambali, Math’07).

Begitu nasihat dari mantan ketua bidang keilmuan saya saat masih memegang amanahnya di HIMATIKA FMIPA Unila tahun 2009.  Saya berharap, semoga hal-hal yang saya lewati tadi adalah hal-hal positf.  Saya sudah berusaha, walaupun saya tidak tahu sudah sampai mana kualitas yang saya berikan kepada lingkungan.

Manis, di pagi hari

Pagi-pagi bergegas, ada jadwal kuliah jam 07.30WIB.  Masih mandi, eh… tiba-tiba terdengar suara bremmm…  motorkku ada yang bawa.  Iya, benar dipinjam pak lek untuk antar Anis ke sekolah, ngga lama sih… kembalinya motor jam 08.00 WIB.

Mungkin, karena tadi masih mandi.. jadi pak lek tidak sempat bilang, saya juga ngga masalah.  Saya lihat motor pak lek juga lagi ada masalah, mungkin karena kehujaan.  Sehingga Pak Lek jadi buru-buru.  Saya telpon teman,

kang, gimana sudah masuk belum?”.  Kak Tri, mahasiswa math’08, kakak tingkat saya  dan beliau mengatakan, “hari ini bapaknya ngga masuk, ngga ada kuliah”.  “Wah, alhamdulillah… berarti saya ngga bakalan telat”, saya memberi keterangan yang mebuatnya tertawa.  

Menjelang siang, saya dapat jadwal untuk menghadap dosen pembimbing, membahas skripsi.   Alhamdulillah dapat keputusan bahwa minggu depan sudah dapat persetujuan layak untuk seminar usul dari dua pembimbing, tinggal meminta dipilihkan dosen pembahas ke sekertaris jurusan (Pak Amanto).  Hiuh… rasane wes sumringah (senang cerah ceria:jawa).  Setiap orang yang saya temui seolah-olah bisa saya transfer jadi orang yang ikut bahagia.

Kress, di Siang Hari

Untung mungkin ya, untung bukan pas lagi pikiran sumpek karena masih dalam semangat yang baru saja dibawa tadi pagi.  Jadi, masih ada charge semangat sumringah.  Sehingga apapun itu, dapat dirasakan dengan siap.  Seperti siap berjuang shift kedua.  Beberapa jam dilewati, masuklah bagian yang siap ngga siap harus maju. Pukul 13.30 WIB mengisi materi tutorial kalkulus I, diferensial.

Kemarinnya, belum tepat satu hari dari kemarin… diminta menjadi tutor dalam kajian ulang kalkulus, walau hanya bagian diferensial.  Acara ini diadakan untuk mahasiswa angakatan 2012 oleh ROIS FMIPA Unila, di gedung Jurusan Fisika FMIPA Unila.  Kreess seperti garing, bukan  garing karena sudah sering dibahas atau intonasinya yang kurang mengena.  Tetapi, garing karena saat saya tanyakan materi sudah sampai mana… kemudian mereka menjawab sudah sampai titik maksimum-minimum.  Dalam hati, “kresss”, seperti daun kering… kemudian diremas sampai jadi butiran halus…. diremet (diremas) sampai memet (halus,gepeng:jawa).

Ternyata sudah sampai ke terapan… hiuh, mau saya apain nih? katanya cuma dasar-dasar kok udah nyampe ke terapan.  duh gusti… semalam saya ngga siapkan bahannya sampai ke terapan.  Iya, bahan yang saya siapkan sudah bagus, namun bukan terapan, materinya pengantar dan beberapa pembuktian teorema.

Ngga mungkin saya mundur terus menyalahkan ke panitia bahwa yang diinfokan ngga sesuai.  Tahu juga lhah, dimaklumi saja.  Kadang di lapangan dan di kertas bisa beda, saya tahu kondisi yang seperti ini karena saya juga pernah mengalami hal serupa saat di organisasi.  Saya fikir, insyaAlloh saya masih sanggup kok.  Saya mulai berdiri dari bangku depan setelah memperkenalkan diri…  dan mulai menjelaskan.  Berawal dari menjelaskan definisi karena menurut saya ini penting, jangan sampai untuk bagian ini ada pemahaman dasar yang beda antara saya dan mahasiswa.  kresss kresss kress , berlanjut sampai masuk waktu ashar yang menandai akhir tutorial.  Dan Alhamdulillah, semuanya teratasi.  Entah teratasi maksimal atau sekedar agenda yang harus dilewati tanpa kualitas, hemmm… sanes kulo sing nilai (red: bukan saya yang menilai).

Asem Asin, tanpa manis… jelas ini bukan nano-nano di sore hari

Kenapa lhah saya milih tag paragraf ini ‘Asem Asin, tanpa manis… jelas ini bukan nano-nano’.  Entah, enak aja agaknya dijadikan tag paragraf.  Nano-nano, gimana kabar produk permen yang satu ini?  Jarang dengar lagi.  Biasanya kalau ada yang ngomong, “asem”… langsung disahut oleh lawan bicaranya… “manis asem asin, rame rasanya” haha… udah ah selingannya.

Masih dalam suasana, kressss….

Saya kembali ke sekretariat DPM FMIPA, ngecek surat masuk, surat peminjaman, proposal masuk, surat undangan, dll, dkk, dibom bom… haha.  Terakhir membuat Laporan Pertanggungjawaban selama satu semester kepengurusan.  Tidak ada yang spesial, hanya undangan masuk.  Namun, tiba-tiba ada yang masuk ke sekretariat tanpa izin … langsung main angkat kursi sofa, meja, sound (sampai-sampai rauangan terlihat kosong)…

ini dibawa… ini diangkat… ini diangkat juga” , koordinator memberikan arahan kepada beberapa anggotanya yang ia bawa masuk ke skret tanpa ada salam.  “wa..wa..wa..wa..wa… ada apa ini ? “, saya menegur mereka.  “Ada technical meeting kak, Pak Boss sudah bilang kan… surat sudah masuk…”, sahut mereka.  “Ya, jangan grusa-grusu… mana ketum kalian? ngga ada salam juga… ngga ada basa-basi”, saya memberi sedikit sok terapi. haha.  Kemudian datanglah ketumnya yang memang sudah dekat dengan saya dan menjelaskan.  Kenapa segitunya menganggap sudah cukup dengan surat, seolah tanpa ada kesopanan atau tata krama yang mengenakan, harusnya ngomong dulu baru diangkat.  Sepele sih, tapi itu perlu pertanggungjawaban… SIAPA YANG MAU BERTANGGUNGJAWAB KALAU SUDAH MENGANGGAP ENTENG? (catat lagi : suatu saat kata-kata ini pasti balik lagi ke saya, smoga ngga lupa).

Belum lama, kejadian itu berlangsung.  Menjelang sangat sore, masih di sekretariat.  Gubernur FMIPA datang meminta menengahi masalah tabrakan jadwal kegiatan yang sudah disepakti ternyata ada yang keluar dari kesepakatan…  meminta pertemuan dadakan di Masjid Wasii pukul 19.00 WIB.  Dadakan… Langsung saya hubungi ketua DPM FMIPA, Afdi Patria.  Masalah bentrok jadwal kegiatan memang harus diatasi karena tidak mungkin peserta menghadiri kegiatan sehari penuh pada kegiatan yang berbeda.  Jadi, harus diputuskan secara musyarawah untuk mengambil keputusan baik dan legowo untuk semuanya.  Namun, kali ini tercium bukan masalah sederhana, terasa ada masalah politik yang belum beres… ya, begitulah.  Masih perlu pendewasaan bersama untuk menuntaskannya, semuanya harus bisa legowo.

Pulang walaupun grimis  dengan rasa asin dan asem dalam hati, namun alhamdulillah sampai rumah.

Pedes, tanpa makan cabe… Malam hari

Makan malam biasa.  Mbak Fikri ngga masak dengan cabe banyak… namun, malam ini kok terasa pedas.  Dan hal itu, baru saja saya alami.

Pedas kenapa bang?

Baru buka FB, sepeti sudah ditunggu.  Ada yang chat dari bagian marketing suatu PT. (sebut saja melati.. haha) di DKI Jakarta.  Pedas karena kali ini ada yang tawar software accounting khas syif@com dengan harga dibawah 500 ribu.  Harga normal saya beri 2 juta, paling mentok 1,5 juta.   Kemudian, terus-terusan memberikan saran kepada saya tanpa saya minta, ya… terimakasih mas…

MAHAL BANGET”

MENDING YANG TADI CUMA 300RB MAKASIH ATAS REFERENSINYA
TETEP KEMAHALAN JUJUR AJA SAYA ORANG MARKET KALO MAS NGASIH HARGA SEGITU ORANG PADA KABUR
sama sama saya hanya menyarankan bila software mas dijual di bawah 500rb jujur mas tidak akan rugi saya dari LSM saya sudah mensurvey masyarakat peminatnya banyak ko … hanya itu saja saran saya dkk LSM sessored
Setelah, saya lihat aktivitas orang ini.  Memang benar, iya, dia paham bagian pemasaran… mungkin dia melakukan survey di DKI Jakarta (bisa maklum).  Namun, saya juga melihat ada sisi yang tidak genap dari orang ini.  Ada potensi bahwa orang ini memang pandai bermain harga.  Dia lebih paham marketing duluan, bisa jadi saya yang dipermainkan…
sudahlah.  Kalau 1,5 mau, ya… saya kirim.  Tak  mau… ,ya, saya harus sabar.  Yang lain aja ngga komplain og.  Masa tego tenan mau 300 ribu.  hiyowalah,😦
Lihatlah itu…

Ada banyak pengalaman hari ini.  Terangkum dalam kesederahanaan 24 jam.  Tidur bangun dan tidur lagi.  Alloh menyeting sedemikian rupa sehingga…. semuanya untukku, juga menyeting sedemikian rupa untukmu.

Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. ( QS. Ar- Rad 13:11 )

Semuanya yang saya alami hari memperlihatkanku dengan masa depan, memperlihatkan kepadaku tentang dunia yang sebenarnya.

Mas Sur pernah bilang, “Dunia semakin sesak, jangan lupa ada yang melapangkan… Ya Basith”, seperti kata Khabib Al Amin (Ketum Rismansa 2005, SMA).

Mbak Erna juga pernah bilang di malam saat menjelang wisudanya, “Hidup itu adalah selepas toga di lepas… “.

Mas Sam pernah bilang, “Jika obsesi itu baik, maka pantas untuk diperjuangkan”.

Mbak Atik juga bilang, “Aku adalah aku”.

Simbok tercinta pernah bilang, “Nah, begitu.  saya senang anak nakal daripada pendiam… nakal bisa membuatmu kreatif, tinggal saya yang akan membuat panggar untukmu”.

Bapak…. I LOVE YOU FULLLLLLL.   Kata bapak dalam buku harian Mas Sam yang tak sengaja ku baca, “Jurang berlian…“.  Apa tuh .. ? hhe, rahasia lhah.  Semoga mas Sam ngga baca artikel ini. wahaha….

Lihatlah itu… AC  menempel kuat, rekat dengan dinding.

Tinggal kau pencet tombol itu… dia akan menyala, dan membuat harimu menjadi sejuk.

Lihatlah itu… Genteng, ditutupi lagi oleh plafon.

Nikmati harimu setiap hari disini, akan terasa teduh .

Hey…. Dunia bukan seperti itu.

Jangan terlena, dunia ini tidak semudah menekan remote AC.

Jangan terlena, dunia ini tidak seteduh gedung kokoh ini.

Dunia ini adalah panas, terik matahari.

Dunia ini adalah panas, terik matahari.

Dapatkan matahari.. ajak dia bermain.

Iya, mbak, mas, mak.  Pak I LUV U FULLLL…

Bukan toga yang saya kejar, namun mimpi setelah toga itu saya rapihkan kembali.

Saya tidak akan hanyut, saya akan terus mengayuh derasnya arus untuk menuju tepi impianku.

Menurutmu bagaimana?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s