Perjuangan Nonton, Malam Mingguan


Ini cerita hari sabtu (8 Desember 2012), acara kumpul dengan teman-teman beswan djarum yang sudah direncanakan 2 minggu sebelumnya di FISIP Unila.  Rencananya mau ketemuan dengan beswan 28 (beswan baru) untuk silaturahmi dengan beswan baru 2012/2013.  Di koordinatori oleh Aris (F Teknik, elektro ’09).   Acara ini harusnya diramaikan oleh 19 orang beswan (10 beswan 27, 9 beswan 28), namun alhasil karena cuaca saat itu mendung dan juga disebabakan karena kesibukan masing-masing akhirnya hanya 5 orang yang dapat berkumpul yaitu Chairunnisa (Nisa, FKIP Kimia 09), Dwi Yana (Nana, FE Akuntasi 09), Uska (Ka, FE Manajemen 09), Aris (Aditama, FT Elektro 09), dan saya (Bod, FMIPA Math 09).

Pertemuan Beringin

Beringin Unila, entah mengapa selalu tempat ini yang dipilih untuk memulai pertemuan.  Haha… mungkin karena disini pohonnya warna hijau. #loh?  Beringin Unila menjadi saksi atas banyaknya petemuan kami, dari sekedar kumpul, membahas konsepan penggarapan acara, rapat, cerita, bahkan membagikan visi masa depan.

Awal kisah berawal dari TKP ini, rencananya harus kumpul pkl 10.00 WIB tetttt… namun, karena beswan 28 bisanya sore, Uska harus ke Lampung Expo, Daeng pacarnya lagi ultah, saya sendiri ada acara latihan TOEFEL.  Jadi, Aris selaku koordinator merubah penjadwalan waktu.  Kami kumpul setelah sholat Dzuhur, pukul 12.30 WIB.  Namun, lagi lagi, karena hari mendung dan hujan pun turun maka pertemuan beringin kali ini jadi molor, tepatnya pukul 14.30 kami baru bisa berkumpul (Uska, Budi, Aris, dan Nana).

Sampai pukul 15.00 WIB kami menunggu kabar teman-teman di warung batagor dekat Al Wasi’i, namun banyak yang berhalangan hadir.  Nisa kami susul ke rumahnya.  Akhirnya kami berlima lah kali ini yang akan menghabiskan cerita.

Watching Cinema Plan

Sebelum kami berangkat menyusul Nisa ke rumahnya, sempat kami bingung.  Bingung kenapa?  Haha… rencana yang harusnya dihadiri oleh 19 orang dengan konsepan acara yang sudah matang, ya terpaksa harus di rubah karena hanya lima orang yang bisa berkumpul.  Kalau rencana awal kami hanya ingin sekedar kumpul dan karokean (padahal saya sendiri kurang doyan dengan karokean, saya pasti yang disiksa lagi suruh nyanyi campur sari wakakak).

Nana, “ayo, mau ngapaian? Karokean, kan rencananya mau karokean?”.  Aris menjawab, “ya, ayok.  Saya mah yang penting kumpul aja, kamu gimana Ka? Bud?” Saya dan Uska kompak menjawab, “haha… ogah jangan karokean… paling nti cuma nonton Nana ama Nisa nyani… kita ganti acara aja, nyusul Nisa dulu sekalian sholat Ashar”.  Nana ngasih ide, “ya udah kita nonton aja? Gimana?”.  Singkat cerita dalam dialog itu kami sepakat nonton bioskop.

Rencana nonton bioskop ini tidak ada obrolan sebelumnya… Apa yang akan terjadi berikutnya? Cekidot… wkwkwk….

T-Storm menyerang

Sejauh mata memandang, langit semakin gelap diselimuti pemandangan awan mendung yang pekat dan terus menerjunkan pasukan air seperti serangan TNI AU (Angkatan Udara).  Dari kampus kami pindah ke rumah Nisa, menjemput Nisa.  Disini kami mampir sejenak sambil menuggu Nisa dandan (kwek kwek kwek), Sholat Ashar, dan minum teh.

Gerimis bertambah rapat, kami merasakan keraguan.

Jadi ngga ya?

Jadi.. jadi… jadi… sudah sampai sejauh ini masa ngga jadi !

Pukul 16.00 WIB, kami berangkat menuju Central Plaza, berniat nonton film apapun itu… yang penting nonton.  Kami tarik gas ditemani gerimis yang sudah mulai mereda.  Uska dengan motor ijonya membonceng Nisa, Aris dengan motor rangernya membonceng Nana,  dan saya membonceng air hujan, berangkat beriringan menuju TKP berikutnya, Central Plaza.  Namun, tidak lama setelah kami lepas landas… tepatnya di depan UBL, T-storm menyerang kami dengan hembusan dan peluru-peluru airnya.  Kami tidak siap amunisi dan granat maka kami terpaksa mengalah atas pertempuran tersebut, kami terpojok di toko Optik.  Benar benar terpojok, dan T-storm tetap menyerang tanpa ampun sampai menahan kami pukul 16.30 WIB.

T-StormKami orang yang setengah waras, biarlah T-storm menyerang dengan tembakan air-airnya yang meleset karena kami berteduh di tempat yang tak terjangkau olehnya.  Memanfaatkan kondisi ini, kami lirik kanan-kiri seperti mencari barang yang hilang.  Ah, itu dia… ketemu.  Warung makan… kita cuekan saja serangan T-storm, mari makan… 🙂

Perjalanan ke TKP kami lanjutkan pukul 16.30 WIB… sampailah pukul 17.45 WIB kami di Central Plaza.

T-storm adalah badai yang akhir-akhir ini melanda dikawasan Asia tenggara (termasuk Tanjung Karang, B.Lampung), bersifat hujan deras yang bertahan lama dan petir yang jarang, dengan cakupan daerah yang luas.

Lorong Hantu

Akhirnya, kami sampai di Central Plaza dengan selamat wal afiat.  Alhamdulillah.

Di parkiran kami ngga mau berlama-lama, langsung bergegas masuk ke Cinema 21.  Apalagi Uska, sudah benar-benar tidak sabar lagi ingin masuk Central Plaza (sebut saja CP).  Saya tidak pernah lihat Uska, seseorang dengan sikap yang anteng, banyak ide, wirausaha muda, pintar mencari solusi, dan kali ini sampai begitu terburu-burunya.  Penasaran, Apa ada film bagus sehingga Uska pengen cepat masuk ?.

“kenapa Ka? Buru-buru amat…”, saya penasaran dengan tingkah Uska.  Cepat dia menjawab, “lu ngutuk gua ya bud. Hahaa… jadi ikut  kebelet gua.  Aduh aduh… gua duluan masuk ya, gua tunggu di dalem”.  “Hahaha…”, Nisa dan Nana tertawa bersamaan. “hiaaaa…. haha.. ya udah, bareng ka”, saya mengajak.

Ini dia yang saya sebut lorong hantu.  Saat disini pasti saya tidak bisa mengambil gambar yang bagus.  Jika sobat pernah menonton ‘[masih] di dunia lain’ on Trans7, kemungkinan diruangan ini banyak mahluk astralnya, sehingga gelombang cahaya yag ditangkap kamera saya tidak bisa bagus karena terganggu oleh aktifitas elektron mereka.  Serius…

Gambar-gambar yang saya ambil akan terlihat seperti ada yang menarik,  ada seperti banyak tangan yang menarik orang yang saya foto.  Saya ada sampelnya.  Mungkin ini bisa menjadi wawasan untuk sobat sebelum mendatangi lorong hantu.  Berhati-hatilah…Lorong Hantu

Ehm ehm, sedikit skip. Setelah saya sampai rumah, saya baru sadar bahwa setting night mode pada kamera saya tidak saya aktifkan, sehingga gambarnya tidak bisa optimal, bukan ngeblur karena ada sesuatu yang saya sebutkan tadi, melainkan realnya karena kamera saya jelek. Haha.  Jadi abaikan saja tag paragraf ‘Lorong hantu’ tadi. Wkwkwkwk

Bidadari-Bidadari Surga

Yeah, balik ke alam kita.

ngobrolSambil menuggu jam tayang berikutnya, kami… ,eh, kami kecuali saya, Aris, dan Uska nge-game di wahana keluarga CP.  Sebenarnya saya ma Aris mau duel di game tembak-tambakan (ya, begitulah).. tapi kredit punya Nana habis.  Ngga ada niat mau modal, haaha… Film berikutnya diputar pukul 19.00 WIB, jadi kami sempatkan untuk Sholat terlebih dahulu.

Film apa ya yang bagus ditonton?”, kami semua bertanya. SIAPA YANG HARUS MENJAWAB?.  Yang jawab kasir, dengan menyebutkan harga tiket per orang. Ada 4 film pilihan yang diputar,
(1). Langit ke-7, (2). Hello Good Bye (3). Breaking dawn (4). Bidadari-Bidadari Surga.  Lama kami di depan kasir memilih film sedangkan antrean yang tidak panjang sedang mengantre di belakang kami.  Akhirnya terpilihlah Bidadari-Bidadari Surga.

Sekilas tentang Bidadari-Bidadari Surga

Kita mulai dari intronya…

Bidadari-Bidadari Surga

Bidadari-Bidadari Surga

Kisah ini menceritakan tentang kehidupan komunitas kolosal antara manusia dan harimau.  Manusia dan harimau berdampingan dengan tidak saling mengganggu, manusia tinggal di kaki gunung dan harimau tinggal di gunung.  Namun, pada suatu hari… saat manusia berburu di hutan, seseorang melempar tombak ke hewan buruan tersebut dan tidak sengaja mengenai salah satu harimau hingga mati.  Keluarga harimau tidak ikhlas, harimau meminta agar tokoh desa membalas darah atas kematian salah satu dari keluarga harimau.  Kemudian terjadilah klimaks saling membunuh antara harimau dan manusia.  Manusia membunuh harimau, dan harimau menculik bayi-bayi manusia.  Beberapa detik kemudian screen berwarna gelap… ah, ternyata itu tadi dongeng yang disampaikan ibu kepada anaknya.  DAN, bukan cerita itu yang akan disampaikan kepada penonton.

Beginilah cerita yang akan disampaikan oleh sutradara, oleh penulis Darwis Tere Liye.  Kisah ini menceritakan tentang seorang kakak bungsu, seorang wanita yang dipanggil Lias.  Yang berpenampilan kurang, namun memiliki hati yang sangat tulus, berjiwa besar, motivator, rela berkorban untuk keluarga… mengutamakan kebahagian keluarga.. dan selalu berkata “Saya baik-baik saja” saat masalah menghampirinnya.  Ia seorang kakak yang berjasa kepada keluarga dan kepada masyarakat dengan menjadi petani strawberry yang sukses.  Ayahnya sudah meninggal saat kecil dan tinggal bersama Ibu dan adik-adiknya (Dali Munte, Icaksana, Wibisana, Yashinta).

Lias orang dengan hati yang kuat, kisah ini juga menceritakan tentang asmara yang dialami oleh Lias dan adik-adiknya.  Ada saat dimana Lias rela dilangkahi oleh adik-adiknya untuk menikah, dan ada saat dimana 2 kali pernikahan Lias gagal.  Bahkan pernikahan yang gagal saat sudah dihadapan penghulu.  Lias menjadi motivator adik-adiknya untuk menggapai cita-cita, Dali menjadi professor muda, Icaksana dan Wibisana jadi duta (agaknya), dan Yashinta menjadi dokter hewan.  Ini film melow, saya kurang suka.  Tapi ya gimana lagi sudah telanjur nonton.  Bagian yang tidak saya sukai adalah saat Lias mulai terkena serangan kanker paru-paru, dan saya rasa dia tidak berobat dengan baik… mempermasalahkan ibunya untuk menelpon adik-adiknya untuk pulang.  Seharusnya, tidak masalah adiknya pulang sesekali .. toh juga tidak akan merepotkan adik-adiknya, kemudian, Lias bisa dirawat di rumah sakit sehingga sembuh…

Endingnya…  Ya, Lias lah yang dicerminkan sebagai bidadari-bidadari surga itu.

#Jrenggg… film habis, kami pulang.

Wangsul to Home

Karena, sudah malam, baru sadar ternyata ini tadi adalah malam minggu.  Kata lagu, ini malam sepesial untuk orang-orang tertentu.  Kami langsung berpencar selepas dari CP.. pulang menuju rumah masing-masing.  Pukul 22.00 WIB saya sampai rumah, diminta jaga rumah Mas Sam, karena mas ke Kalianda.  Alhamdulillah, sampai rumah dengan selamat.  Jika telat saja 10 menit untuk sampai rumah, pasti akan terserang T-Storm lagi.

Apa yang terjadi di rumah… yah, kertas itu lagi.. Skripsi.

Gambar Lainnya

T-Storm

T-Storm

Menyerah dari T-Storm

Menyerah dari T-Storm

sembunyi, Tiada ampun dari T-Storm

makan dulu, tinggalkan T-Storm
makan dulu, tinggalkan T-Storm
Lorong Hantu :P

Lorong Hantu 😛

Gambar Blur, Penampakan?

Gambar Blur, Penampakan?

On Cinema

On Cinema

Iklan

2 responses to “Perjuangan Nonton, Malam Mingguan

Menurutmu bagaimana?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s