Penulis Vs Pembaca


Artikel ini tentang penggarapan skripsi saya.

Penat ternyata dalam pikiran saat ide yang didapat tiba-tiba terputus hilang karena kurangnya pemahaman akan konsep yang telah dipelajari.  Maka dari itu, mau tidak mau dalam mengkaji suatu konsep perlu membuka catatan atau buku/referensi terkait.   Seperti saat ini, ketika sedang mempelajari konsep teori… hmmm, kenapa bahasanya terasa sulit dipahami.

Menurutmu yang lebih pusing itu orang yang menulis buku atau membaca buku?

Kalau menurut saya yang lebih sulit itu menulis buku referensi karena sebelum ia menulis tulisannya ia juga perlu memahami apa yang akan ia tulis.  Berbeda dengan membaca, para pembaca bisa jadi adalah orang baru dalam mempelajari konssep yang dipelajari.  Pembaca adalah penikmat tulisan, namun tidak semua tulisan itu nikmat (dibaca) karena tergantung pada kemampuan penulis dalam menjelaskan pemahamannya.

Apa yang menjadi masalah?

Saat seperti ini, dalam memahami literatur atau referensi pada disiplin ilmu matematika memang harus membaca dengan seksama dan tidak perlu cepat atau terburu-buru.  Tulisan atau penjelasan yang berbelit atau mungkin ada istilah baru yang muncul tanpa ada rujukan sebelumnya membuat semangat belajar bisa menurun.  Seolah-olah ingin berkata, “ahh… sudah ah pusing… materinya sulit dipahami.”  

 

Yang nulis aja ngga pingsan masa yang baca mau pingsan…

Sedikit motivasi dah di paragraf terakhir, tadi saya sudah kasih pendapat bahwa penulis lebih susah karena terlebih dahulu harus memahai konsep agar dapat menjelaskannya dengan baik kepada pembaca, dengan mutu cetakan/penerbitan yang diakui adalah tanda kualitas penyampaian konsep dengan baik.  Jadi, saat saya sempat berfikir untuk berhenti dalam memahami konsep materi yang sulit,  saya sampaikan kepada diri pribadi, “yang nulis aja ngga pingsan, masa yang baca mau pingsan… jangan nyerah ah… pasti bisa, yang nulis juga manusia og, insyaAlloh bisa“.

Untuk sobat yang sedang luntur semangatnya dalam memahami materi dari buku referensi, haiyuk.. semangat lagi !, kata-kata diatas tuh jadiin sindiran. hehe

Terimakasih sudah membaca artikel saya sampai ke baris ini.  Salam pembaca tangguh !

 

Menurutmu bagaimana?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s