Minta Maaf dan Memaafkan


Dikutip dari salah satu update-an status FB teman 2 bulan yang lalu dari penulisan artikel ini, makna yang disampaikan bagus.  Jadi langsung saya simpan di dalam file *.txt sebagai tambahan koleksi saya, tapi… ah, lupa. Yang satu ini baru sadar bahwa nama pemilik status tidak ter-copy/tersalin. Maaf ya, kesalahan teknis. hhe, pinjam statusmu untuk saya post disini, biasanya apa yang kita tulis akan masuk pikiran bawah sadar kita untuk kita lakukan.  Semoga bermanfaat.

Mak nyuss pemirsah

Dunia itu luas bagi yang mampu memaafkan | dan sempit bagi yang sulit meminta maaf

 

Hangatnya saat saling memaafkan

Dunia itu lapang bagi yang mampu meminta maaf | dan lebih lapang lagi bagi yang mampu menerima maaf

 

Bagaikan rasa iri dan dengki yang menghantui | ibarat meminum racun lalu mengharap yang lain yang mati

 

Bolehlah tidak mau memaafkan | bila engkau merasa sudah tidak punya salah, atau tidak perlu ampunan dari Allah

 

Maafkan bagi yang meminta, pahalamu tetap | maafkan bagi yang tersalah, pahalamu tambah

 

Bila sulit engkau memberi maaf, tak heran hatimu banyak mendengki | bila sulit engkau meminta maaf, tak heran engkau sulit rezeki

 

Akan ada banyak peluang, bila di hatimu tersisa cukup ruang | memaafkan membuatmu senang, meminta maaf menjadikan tenang
baru meminta maaf pada manusia saja hati menjadi tenang | apalagi meminta maaf kepada Allah? mari perbanyak istighfar….

 

#Istighfar pada Allah | mungkin selama ini kita congkak karena harta | bangga karena dunia
#Istighfar pada Allah | mungkin kita tidak sadar bahwa selama ini kita justru menjadikan diri sebagai tokoh sentral bukannya Allah
#Istighfar pada Allah | mungkin selama ini kita memuliakan nama-Nya, tapi tidak lain agar terlihat mulia di hadapan manusia
#Istighfar pada Allah | jangan-jangan terselip sombong saat meminta, terjerat angkuh saat berdoa, terikut takabur saat memohon
#Istighfar pada Allah | mungkin selama ini kita merasa harta benda adalah hasil usaha kita, hasil kerja semata
#Istighfar pada Allah | ataukah kita merasa ilmu yang dipunya, adalah hasil intelektualitas akal belaka, hingga pantas menantang Dia?
#Istighfar pada Allah | karena amal ibadah belum tentu sempurna | sementara dosa nista sudah pasti adanya
#Istighfar pada Allah | bagaimana manusia bisa merasa aman dari Allah, padahal Nabi saw tidak kurang 70x sehari beristighfar?
#Istighfar pada Allah | atas lisan karena manusia, atas amal karena manusia | Ya Allah, jangan engkau hitungkan semua…
#Istighfar pada Allah | atas mata yang tak terjaga, dan lisan yang menyakiti saudara, dan maksiat telinga
#Istighfar pada Allah | atas ketidakhalalan pada harta, dan kelindan riba pada usaha
#Istighfar pada Allah | atas waktu yang tersia-sia bersama keluarga, dan bentakan pada kedua orangtua
#Istighfar pada Allah | karena shalat yang ditunda atas permainan yang melalaikan, atas sedekah yang lebih kecil dari jajan harian
#Istighfar pada Allah | karena banyak pinta namun sedikit taat, karena banyak maksiat namun sedikit taubat
#Istighfar pada Allah | atas kerasnya hati terhadap ayat Allah, atas dosa yang bertumpuk karena mengumbar aurat
#Istighfar pada Allah | betapa tidak tahu malunya kita, bermaksiat sendiri seolah Allah tiada melihat
#Istighfar pada Allah | karena kita hina dihadapan Allah, tiada yang bisa dibanggakan bila Allah buka semua aib
#Istighfar pada Allah | karena tiada satupun manusia bebas dari dosa

</Status FB teman yang lupa tak tersalin namanya>

Menurutmu bagaimana?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s