tipe X


Pukul 19.40 WIB, Minggu malam ini terasa sejuk karena tadi sore rintik-rintik air turun dari langit membasai seluruh desa.  Teriakan semangat tadi sore saat bermain sepakbola dengan teman-teman masih mendorong jiwa untuk berlari.  Sekarang, saya duduk di ruang tamu, membuka kembali laptop untuk menyelesaikan tugas akhirku, skripsi.  Dari tempat ini terdengar suara candaan di ruang keluarga: senda gurau, opini, rencana esok hari, dan suara tangis anak kecil (ponakan).

Teringat obrolan dengan mamak dan kakak tadi sore.  Membuatku berfikir… kondisi telah berubah.  Mereka mengizinkanku S2, namun saya rasa, saya yang mulai tidak ikhlas untuk yang satu ini.  Saya adalah anak bungsu.  Berat dan ringan hampir seimbang, untuk memikirkan studi untuk seorang anak.  Mamak punya rencana ke tanah suci… setelah saya menyelesaikan studi S2.

Saya rasa, terlalu egois jika saya terlalu mementingkan cita-cita pribadi untuk mengejar S2.  Ekonomi keluarga lebih baik untuk kebutuhan yang pasti-pasti saja.  Mamak bisa berangkat ke tanah suci duluan, tidak perlu menungguku menamatkan S2 karena setelah S1 ini saya rasa sudah cukup banyak tetesan keringat darimu.  Biarlah saya cari jalan mandiri untuk mengikis ilmu S2.  Toh, mas Sam juga baru diajukan S2…  biar yang tua dulu yang punya gelar itu.

(. . . . .ngantuk)

Tanggal 6 November,  ku buka kembali tulisan ini.  Ingin ku selesaikan.

Tipe-X didalam tas, kuambil dengan tanganku perlahan.  Sambil ku buka tutupnya.

Inilah dia guna tipe-X, untuk menghapus”, saya bergumam canda dan ku buka catatan cita-citaku yang lusuh.  Beberapa telah tercoret untuk ditepati, namun yang satu ini… cita-cita bertuliskan “S2”, tidak akan saya coret dengan pena tanda telah terpenuhi… melainkan akan saya tipe-X saja..

********

srett..”, terhapus sudah.  Bukan tulisan S2 yang aku hapus melainkan tanggal/bulan pencapaiannya karena cita-cita S2 memang tetap menjadi salah satu rencana hidupku, hanya saja  target waktunya yang harus diundur.

******

Bagaimana setelah S1 ini?

Bukankah cita-cita adalah suplai semangat hari ini untuk masa depan, suatu Harapan.

Harapan itu harus ditambahi tekad,

Setelah S1 ini saya akan mengembangkan Syif@Computer, menjadi asisten dosen di PT Teknokrat, dan membuka usaha pertanian di rumah.

Tugas sekarang adalah fokus dengan skripsi, bismilahirohmanirohim…

Iklan

Menurutmu bagaimana?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s