Kepedulian dan Keterpercayaan


Cerita hari ini, aku dan keluargaku…

Kepedulian adalah sesuatu yang diberikan oleh seseorang yang mengerti akan keadaan orang yang ia sayangi berupa tindakan untuk ikut andil dalam pengambilan keputusan atas sesuatu yang akan diemban di kemudian waktu.  Kepedulian sangat mudah dilihat dari interaksi antara orangtua dan anaknya.  Saat orangtua merasa kedewasaan anaknya belumlah matang, orangtua akan ikut mempertimbangkan keputusan yang diambil oleh anaknya karena mereka tahu kadar kemampuan anaknya saat menerima konsekuensi dari pilihannya.

Keterpercayaan adalah suatu reward atau hadiah atas kemandirian dari seseorang untuk orang yang mereka sayangi.  Kalau menurut saya, jika keterpercayaan disejajarkan dengan kepedulian dengan indikator kedewasaan maka posisi keterpercayaan lebih tinggi daripada kepedulian.  Permisalannya bisa saja antara keterpercayaan yang diberikan boss kepada karyawannya, atau lebih sederhana untuk dipahamai interaksi antara anak dan orangtua.  Saat orangtua merasa anaknya sudah cukup dewasa, maka orantua sudah tidak terlalu ikut andil dalam pengambilan keputusan yang akan anaknya jalani.  INI PENTING : Jika orangtua tidak lagi terlalu ikut andil dalam keputusan, jangan diartikan bahwa mereka tidak peduli lagi dengan anaknya karena bisa berarti bahwa mereka ingin menguji kadar kedewasaan anaknya dan menghadiahkan keterpercayaan mereka kepada anaknya.

Aku… sudahkah mendapatkan keterpercayaanmu?

Dahulu, saat SMA.. sempat kos, sangat terasa keluarga yang sering SMS, bahkan jika tidak dibalas akan segera menelpon.  Semester 1 dan 2, hemm… sudah mulai berkurang mungkin karena di Bandar Lampung tinggal dengan keluarga jadi bisa dipantau keluarga disini, tidak terlalu ragu dengan tindakan anarkis anaknya ini 😀 .

Menjelang semester terakhir, haha.  Jadi, saya yang sering tanya kabar rumah.  Orang rumah jarang tanya kabar.  Saya tahu, bukan berarti mereka tidak peduli lagi, namun saya merasa bahwa ada yang beda dengan sikap mereka.  Seolah mereka sudah berkata, “Sudah saatnya mengambil keputusan sendiri”.  Ngga mungkin tanya sudah makan belum?  Mungkin akan aneh juga jika tanya, “sudah mandi belum?”, lebih parah jika sampai tanya, “ada PR ngga?“.  Walau terkadang, hal-hal kritis seperti asmara selalu mereka sindir untuk dijaga.

Pernah dengan sengaja ngetes tindakan keluarga, tidur seharian.  Eh, alhasil… ngga dimarah.  Pernah mengirim SMS yang isinya candaan, eh… ngga dibalas juga.  Baru SMS yang isinya serius, baru mereka akan membalasnya.  Ini yang membuat saya malah takut bercampur senang.

Kenapa Takut bercampur Senang?

Jika mereka telah sangat meyakini memberikan keterpercayaan itu.  Tinggal saya yang menjalaninya, pintar dan bijak dalam mengambil keputusan.  Namun, seberapa jauhkah mereka meyakini kedewasaan saya?  Takut dan Senang, karena sudah bisa memutusakan sesuatu dengan pertimbangan sendiri, tentu juga takut karena konsekuensi adalah menjadi hak atas setiap keputusan yang diambil (jikalau salah mengambil keputusan adalah suatu ketakutan).  Entah, sudah atau belumkah mereka memberikan keterpercayaan padaku?

Saya yakin bahwa mereka masih memperhatikanku dengan cara yang lain dan saya pun tidak akan terlalu sok kuat untuk menghadapi masalah di dunia ini dengan pertimbangan sendiri.  Saya akan bertanya kepada mereka masalah-masalah kritis di dunia ini yang terhimpun dalam bilangan kompleks.

Dikte paling tegas?

Seolah ada ketukan tegas yang mereka sampaikan kepada saya, “jadi anak laki… jangan manja !”

Terimakasih saya haturkan kepada Mamak, Mas Sur, Mas Sam, Mbak Atik, dan seluruh keluarga besar Mustar Hadi (alm) yang telah membantu mendewasakan saya sejauh ini.  Jika memang keterpercayaan itu sudah terpatrikan untukku, siap atau pun tidak, sekarang ataupun nanti… saya akan menjaganya.
Saat orangtua sudah jarang ikut andil atau jarang menghubungi anaknya, bukan berarti mereka tidak lagi memiliki kepedulian... bisa berarti mereka telah memberikan keterpercayaan atas kedewasaan yang telah ia didikan kepada anaknya

Iklan

Menurutmu bagaimana?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s