Penulisan Referensi


Maaf buru-buru, jadi artikel yang satu ini bukan hasil ketikan saya, melainkan dari copy-paste dari alamat berikut.  (Terimakasih, perlu banget yang satu ini untuk menyelesaikan skripsiku).

http://rumahbelajarpsikologi.com/index.php/metode-mainmenu-33/penulisan-referensi-apa

Karya Seorang Penulis

Ada dua cara penulisan dalam teks, yaitu (a) menggunakan nama sebagai bagian dari kalimat diikuti tahun dalam kurung, atau (b) menyebutkan referensi nama diikuti koma dan tahun, semuanya dalam kurung.

Nama yang dipakai dalam teks hanyalah nama keluarga (last name, family name, marga, fam) saja. Nama depan, initial, dan gelar akademis tidak perlu dituliskan. (lihat lampiran I untuk tulisan nama bangsa/etnis tertentu)

Belum ada kata sepakat mengenai cara penulisan nama orang Indonesia yang sebagian besar tidak menggunakan nama keluarga, tetapi sementara ini kita sepakat menggunakan nama yang diurutkan paling belakang untuk penulisan nama.

Djohan (2003) menyebutkan bahwa berbagai penelitian tentang pengaruh musik bertolak dari pertanyaan umum, emosi seperti apa yang dapat timbul pada saat seseorang mendengarkan musik.

Berbagai penelitian tentang pengaruh musik bertolak dari pertanyaan umum, emosi seperti apa yang dapat timbul pada saat seseorang mendengarkan musik (Djohan, 2003)

Karya Beberapa Penulis

Bila sebuah karya mempunyai dua penulis, tulislah nama kedua penulis itu dengan menggunakan dan sebagai penghubung kedua nama dalam teks, dan menggunakan &sebagai penghubung kedua nama itu dalam kurung.

Suharno dan Simanjuntak (1999) menemukan bahwa 75% remaja laki-laki di Jakarta lebih suka menonton acara televisi olahraga dibandingkan acara lainnya. Temuan penelitian ini sejalan dengan hasil berbagai temuan riset sebelumnya di Surabaya (Tan & Harun, 1992) dan Bandung (Rohaedi & Alisjahbana, 1995).

Bila sebuah karya mempunyai tiga, empat atau lima penulis, tulislah semua nama penulis pada waktu pertama kali disebutkan. Bila karya itu diigunakan lagi pada teks itu, tulisalah nama penulis utama/pertama diikuti et al. dengan tetap menuliskan tahun. Apabila karya itu disebutkan lagi kali berikutnya, gunakanlah nama penulis pertama et al. tanpa tahun

Ingat, et al. ditulis dengan titik sesudah al.

Wasserstein, Zappulla, Rosen, Gerstman dan Rock (1994) menemukan bahwa ….. Selanjutnya Wasserstein et al. (1994) juga menemukan bahwa…. Ini serupa dengan pendapat Freud (1932) yang mengatakan bahwa …. Oleh karena itu   Wasserstein et al. juga menyimpulkan bahwa …..

Bila sebuah karya itu mempunyai enam penulis atau lebih, tulislah nama penulis utama/petama diikuti et al. Namun dalam daftar pustaka, kita tetap menuliskan nama semua penulis dengan lengkap.

Kelompok Sebagai Penulis

Yang dimaksudkan kelompok di sini adalah lembaga, organisasi, perkumpulan, instansi pemerintah, universitas, perusahaan dan kelompok studi.

Sedapat mungkin nama kelompok tidak disingkat.

Hanya saja apabila nama kelompok tersebut terlalu panjang, boleh disingkat tetapi pada waktu pertama kali menyebutkannya dalam teks, kita tetap menggunakan kepanjangannya dengan menulis singkatannya dalam kurung siku. Selanjutnya singkatan tersebut boleh kita gunakan seterusnya.

Badan Penelitian dan Pengembangan Departmen Kesehatan Republik Indonesia [Balitbang Depkes] (1988) menemukan bahwa ……. Dalam penelitian lain yang dilakukan Universitas Gadjah Mada [UGM] (1999) juga ditemukan bahwa ……

Penulis dengan Nama Belakang sama

Bila ada dua penulis dengan nama belakang sama, masukkan initialnya sehingga pembaca dapat membedakan keduanya

S. Freud (1932) dan A. Freud (1943) sama-sama menulis beberapa buku yang memaparkan dasar-dasar pikiran teori psikoanalisis.

J. M. Goldberg dan Neff (1961) dan M.E. Goldberg dan Wurtz (1972) menemukan bahwa…..

Artikel dan Surat Kabar

Prinsip paling utama adalah bahwa pada setiap artikel yang diketahui penulisnya, kita tetap mengutamakan nama penulis diiikuti tahun.

Bila kita merujuk tulisan dalam suratkabar, majalah, atau internet yang tidak kita ketahui penulisnya, maka dalam teks yang kita tulis adalah dua kata pertama judul artikel tersebut, ditulis dalam tanda kutip, diikuti tahun.

Dalam teks tidak perlu disebutkan apakah sumbernya dari Kompas, Gadis, atau http://www.kompas.co.id., kecuali memang Anda ingin menegaskan sesuatu mengenai sumber tulisan tersebut.

Ternyata pada tahun 2005 ini jumlah lulusan SD di Indonesia yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan sudah hampir sebanding jumlahnya (“Kesenjangan jender”, 2005)

Sarwono (2005, 7 Mei) menyebutkan bahwa kecerdasan emosi politisi di Indonesia tidak terlalu tinggi.

Iklan

Menurutmu bagaimana?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s