Produk jadi dari Kode Etik


Masih lanjutan dari tugas Etika porfesi, yang kali ini tugas etika profesi ke-4, sayang juga kalau hanya masuk ke memori hardisk.  Jika sobat mau pergunakan sebagai tambahan referensi, boleh lah… silahkan dibaca.

Tugas Etika Profesi

Ruang lingkup etika profesi yang sudah menjadi produk atau terkonsep yaitu terdapat dalam AD/ART  HIMATIKA yang telah ditetapkan pada Periode 2011-2012.

Di dalam AD/ART (Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga) tersebut telah termaktub mengenai kode etik yang disusun sedemikian rupa dalam sidang musayawarah besar HIMATIKA yang mana kode etik ini dibuat untuk menciptakan kedisiplinan dalam menumbuhkan mental dan pendidikan organisasi yang baik, seperti adanya Jabatan (yang kami sebut dengan profesi), fungsi, tujuan dan sanksi yang tertera pada Bab dan pasal-pasal tertentu yang tertulis didalam AD/ART tersebut.

Tentang kode etik profesi didalam AD/ART HIMATIKA terbagi dalam jabatan-jabatan organisasi yang dijelaskan pada BAB V Pasal 10 Anggaran Dasar (AD) HIMATIKA, yang berisi :

 

  1. Ketua umum merangkap anggota
  2. Wakil ketua umum merangkap anggota
  3. Sekretaris umum merangkap anggota
  4. Wakil Sekertaris umum merangkap anggota
  5. Bendahara umum merangkap anggota
  6. Wakil Bendahara umum merangkap anggota
  7. Ketua Bidang merangkap anggota
  8. Kepala Biro merangkap anggota
  9. Sekretaris bidang dan sekretaris biro merangkap anggota
  10. Anggota-anggota bidang dan biro.

 

 

Kemudian masing-masing jabatan tersebut mempunyai tugas yang berbeda-beda dalam menjalankan kerjasama berorganisasi, seperti tugas :

  1. Ketua umum pada Bab V pasal 8 Petunjuk Pelaksana HIMATIKA
  2. Wakil ketua Bab V pasal 9 Petunjuk Pelaksana HIMATIKA
  3. Sekretaris umum Bab V pasal 10 Petunjuk Pelaksana HIMATIKA
  4. Bendahara umum Bab V pasal 11 Petunjuk Pelaksana HIMATIKA
  5. Ketua Bidang Bab V pasal 18 Petunjuk Pelaksana HIMATIKA
  6. Sekretaris bidang Bab V pasal 19 Petunjuk Pelaksana HIMATIKA

Jabatan-jabatan ini bekerjasama dengan fungsi dan tujuan yang sama atas nama HIMATIKA, seperti yang tercantum pada AD/ART HIMATIKA Bab III pasal 6 dan pasal 7.

 

Kemudian, demi menerapkan kedisiplinan dalam setiap anggota organisasinya maka dibentuklah sanksi-sanksi yang tercantum dalam Bab I pasal 3 Petunjuk Teknis HIMATIKA.

 

Dari keseluruhan AD/ART dan Petunjuk Pelaksanaan Teknis tersebut digunakan kebermanfaatan dari kode etik yang berfungsi sebagai pembentuk kedisplianan dan kejelasan kerja sehingga kerjasama dapat terjalin dengan rapih dan tidak ada tumpang tindih dalam pelaksanaan tugas masing-masing personal dalam keanggotaannya.  Adanya sanksi atas pelaanggaran yang dilakukan oleh anggota menjadikan kode etik atau kedisiplinan yang dibentuk mengharuskan benar-benar dipatuhi.

Menurutmu bagaimana?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s