Debu Letusan Gunung Krakatau Bagai Serbuk Kopi di Kamarku


Ya, 2 hari yang lalu, tepatnya tanggal 3 September 2012. Pagi-pagi saya terbangun untuk melakukan berbagai aktifitas sesuai dengan rencana yang sudah saya tuliskan dalam secarik kertas pada malam hari. Aktifitas pertama, mencuci baju. Namun, sentuhan pertama kaki saya ke lantai, “srett…srettt…”. “Tumben lantainya kotor banget, sampai sekasar ini”, suara hati. Kebersihan sebgaian dari iman kan ya? , kemudian segera saya sapu debu-debu di lantai. Eh, kenapa kok debunya berwarna hitam. Keluar kamar, kepalaku saya palingkan ke kiri dan ke kanan, mencoba mencari ada apa sebenarnya sampai sekotor ini. Apakah ada kebakaran? Apakah ada yang membakar sampah? Ataukah ada orang kaya yang benci kopi sehingga membuang kopinya ke kamarku?😉

Awalnya saya masih belum ngeh dengan peristiwa yang sebenarnya terjadi. Semenjak saya ke klinik tong fang…( ? ) >> eh deh, salah nulis 😀 . Setelah saya berkunjung ke tempat kakak, saya juga menemukan rumahnya krakataukotor dengan debu hitam. Di kostan teman-teman kampus pun juga ditemui hal serupa. Tidak lama berselang, baru saya dapatkan kabar bahwa krakatau menyeburkan abunya dengan letusan yang kecil (relatif kecil dalam skala letusan gunung), namun karena musim kemarau maka debu ini terbawa angin sampai jarak 100 Km lebih. Setelah saya coba cari berita ini di Internet ternyata benar kejadiannya.

Kondisi kekinian dari Krakatau sendiri sampai saat ini,  seperti yang saya kutip dari (5/09/2012) “Metrotvnews.com, Bandarlampung: Aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda menurun dibandingkan sehari sebelumnya. Tapi gunung berapi itu masih terjadi gempa vulkanik dan tremor terus-menerus.”

Krakatau adalah gunung berapi aktif di selat sunda (penghubung antara pulau jawa dan Sumatra). Gunung ini meletus pad tahun 1814 sehingga memecah daratan yang sebelumnya terhubung antara Sumatra dan Jawa sehingga menjadi selat Sunda. Letusan gunung Krakatau ini meninggalkan gunung aktif yang masih tumbuh dan diberi nama Gunung Anak Krakatau. Kedahsyatan letusan gunung Krakatau dapat sobat lihat di youtube (klik disini)

Status gunung krakatau sampai sekarang masih dalam status rawan karena kondisi Krakatau sulit diprediksi sehingga nelayan dan wisatawan dilarang memasuki kawasan gunung krakatau. Gempa vulkanik dan termor terus menerus adalah yang perlu diwaspadai maka dari itu dilarang adanya pengunjung/orang yang memasuki kawasan rawan Krakatau.

Semoga Krakatau segera stabil. Nelayan dapat melanjutkan pencaharaian keluarganya. Wisatawan dapat ramai mengunjungi pesona Indonesia. Mari berdoa bersama untuk Krakatau lebih stabil.

Amin..

2 responses to “Debu Letusan Gunung Krakatau Bagai Serbuk Kopi di Kamarku

Menurutmu bagaimana?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s