Nonton bule di Way Kambas


nunggang

Way Kambas merupakan Taman Nasional yang merupakan bagian dari ekosistem hutan dataran rendah.  Way Kambas terkenal dengan penangkaran gajahnya.  Sebenarnya Way Kambas bukan hanya tempat penangkaran gajah, namun juga sebagai tempat penangkaran dan perlindungan hewan langka lainnya seperti harimau Sumatra, badak Sumatra, tapir , dan lain-lain.  Way Kambas terkenal dengan penangkaran gajahnya karena populasi gajah di way kambas lebih dominan dan ditambah adanya pusat pelatihan gajah yang mempertontonkan atraksi gajah-gajah yang terlatih.

Alamat Way Kambas yaitu di Jl. Raya Way Jepara Labuan Ratu Lama, Lampung Timur, Lampung.  Lokasi ini dapat dicapai dengan menggunakan mobil sekitar 2,5 jam (112 KM) dengan menggunakan mobil Damri (Bandar Lampung – Way Jepara).  Jika sobat ingin menggunakan jasa Damri sebaiknya sobat berangkat pagi dari Bandar Lampung karena pemberangkatan Damri berikutnya sudah memasuki waktu terik siang.  Budget Damrinya sekitar Rp20.000.  Sampaikan ke sopir bahwa sobat turun di Way Kambas, jangan2012-03-23-144607 kelewat, karena gerbang Way Kambas sebelum tempat pemberhentian damri.

Way Kambas memang bukan hanya tempat wisata dan penangkaran gajah, maka dari itu ada tempat-tempat khusus didalamnya.  Diantara tempat khusus-khusus ini yaitu habitat harimau Sumatra, habitat badak Sumatra, laboratorium, Rumah Sakit Gajah terbesar se-Asean, dan sebagainya.  Tempat-tempat khusus ini dijaga dan diawasi sehingga tidak semua orang diperbolehkan untuk memasuki kawasan ini, hanya orang-orang tertentu saja seperti peneliti, pengurus, pegawai dinas, dan sebagainya.  Ya, menurut saya hal ini wajar karena mengingat kondisi kawasan ini memang liar ( harimaunya 😉 ).  Kawasan khusus ini berjarak lebih jauh dari pintu gerbang masuk Way Kambas, lebih dari 10 Km.  Berbeda dengan kawasan khusus, Way Kambas menyediakan tempat pealtihan gajah yang berjarak 9 Km dari pintu gerbang Way Kambas, untuk memasuki kawasan ini ada tiket masuknya, Rp5000.  Di Pelatihan Gajah ini berbagai pertunjukan atraksi gajah dipertontonkan, seperti mengalungkan bunga, gajah main bola, berjabat tangan, hormat, menari, berenang, tarik tambang dan masih banyak atraksi lainnya.  Di sinilah, saya dan teman-teman beswan DSO Lampung memulai surfei potensi wisata Way Kambas untuk kami promosikan ke dunia.

Berangkat bersama rekan beswan DSO Lampung dengan niat utama surfei potensi wisata Way Kambas, namun terasa tidak seperti biasanya saat saya berkunjung ke Way Kambas karena kali ini saya berbarengan dengan turis mancanegara, tepatnya dari Jepang dan Australia.  Setelah selesai melakukan surfei, kami coba melepaskan lelah sembari menikmati atraksi gajah, plus nonton keasyikan bule-bule yang ikut aktif di setiap aktifitas gajah (dari mandiin gajah, sepakbola gajah, joget gajah, sampai ngandangin gajah 🙂 ). Wah, Alhamdulillah, Way Kambas ternyata bukan hanya dikunjungi wisatawan domestik, namun wisatawan mancanegara juga ikut menikmati salah satu pesona Lampung ini.

Atraksi Gajah : Beruntung sekali pada kesempatan kali ini kami diizinkan masuk oleh petugas tanpa diminta tarif masuknya, (free biaya tiket, makasih pak).  Pada pertunjukkan ini dimulai dengan atrjepangaksi gajah kecil yang menaikan bendera sampai ke puncak tiang sebagai tanda bahwa atraksi siap dimulai.  Kemudian diteruskan dengan konfoi gajah (seperti mobil 😉 ) yang mengelilingi lapangan pertunjukkan.  Capek konfoi, gajah pun istirahat sembari pelatih menyiapkan alat-alat pertunjukkan. Setelah beberapa menit, dilanjutkan dengan berbagai atraksi yang tidak ada putusnya dimulai dari joget gajah diiringi musik dangdut, gajah berdiri satu kaki pada undak-undakan, jabat tangan, tos, gajah duduk, hulahop, dan yang terakhir sepakbola gajah.  Pemandunya pintar dalam menarik tawa penonton, mereka mengikutsertakan turis mancanegara untuk ikut andil dalam atraski, tingkah spontan-terkejut ddeganari turis ini membuat gelak tawa kami. Eh, gajahnya pinter nyawer juga lhoh.. Dikasih Rp5000,- minta lagi. Hhe.

Karena waktu yang semakin sore, dibarengi cuaca mendung memaksa kami untuk segera pulang ke Bandar Lampung.  Kami pun berkemas dan tarik gas untuk pulang.  Sebenarnya masih ada banyak tempat yang belum sempat kami kunjungi disini, dari padang rumputnya yang hanya sekedar terlihat dari kejauhan.  Luas Taman Nasional Way Kambas 1/3 dari luas Lampung Timur, rasanya lelah kalau dituntaskan dalam satu hari.

Kapan sobat berencana ke Way Kambas? Ikut…. ;D

Sekian jajaran huruf tak teratur dari saya, terimakasih sob atas kesedianmu membaca artikelkupawang
bule-jepang-australi

Iklan

3 responses to “Nonton bule di Way Kambas

    • 😀 sekarang ada yang beda dengan Way Kambas, ada rumah sakit gajah terbesar se Asean. masih dalam proses pembangunan… main lagi lhah… hhe

Menurutmu bagaimana?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s