Pengalaman Kuliah Kerja Nyata Tematik 2012 Plus, sedikit saran agar target tercapai


Salam Kelap-kelip, sob208875_501238636568692_1391723545_n. Pada kesempatan kali ini saya akan mengutarakan pengalaman KKN Tematik 2012-ku. Kemudian, ada tips dan trik agar target tercapai, yang bisa kita diskusikan disini, khususnya untuk calon mahasiswa KKN gelombang berikutnya. Pengalaman ini saya peroleh di Desa Sumber Marga, Way Jepara, Lampung Timur, di tahun 2012, tepatnya bulan Juli. Desa ini memiliki waduk sebagai pembatas desa. Udara di desa ini sejuk, seperti Bogor-nya Lampung, 🙂 . Etnis di desa ini mayoritas sunda yang ditemani etnis lampung, jawa, dan bali.

Tema program kerja kami ( 12 mahasiswa ) adalah “Pendidikan Masyarakat” yang diwujudkan dengan Pendidikan untuk usia dini, pemberantasan buta huruf, pemeriahan Dirgahayu NKRI, Penyuluhan sehat dan sejahtera, Sosialisasi pembuatan lampu jalan, pembuatan plang aparat desa dan nama jalan desa, Pengajian Ramadan, dan pembuatan tanaman sehat keluarga. Program tambahan yang merupakan program khusus individu sesuai disiplin ilmu yang ditekuni dari saya sebagai mahasiswa matematika FMIPA adalah pengadaan bimbel, pembuatan denah desa, statistika deskriptif (diagram batang) untuk data kependudukan, data SDA, dan data SDM. Ditambah program tambahan dari rekan-reakn KKN saya yang, wah, Alhamdulillah program kerja yang kami rencanakan berjalan dengan baik.

Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan adalah :

1. Persiapan Sebelum Berangkat

· Niat : sobat harus meniatkan dari awal untuk siap mebangun desa di KKN.

· Browsing and Searching: Penting untuk mengetahui kondisi desa yang akan ditempati sehingga bisa dipersiapkan peralatan yang dibawa, semisal : kondisi sinyal komunikasi, suhu lingkungan, budaya, listrik, air, dan sebagainya. Jika tidak ditemukan dalam browsing , bisa mencoba dengan searching yaitu menanyakan kepada teman sobat yang satu kecamatan/satu kabupaten dengan desa tersebut atau bisa juga dengan langsung mengunjungi calon lokasi KKN.

· Pakaian : Tidak perlu membawa pakaian formal terlalu banyak. Jika sobat dari non-FKIP maka 2 setel pakaian formal sudah cukup karena di lokasi akan lebih sering kerja lapangan. Maka dari itu, perbanyak pakaian lapangan. 3 setel pakaian lapangan cukup.

· Obat-obat kesehatan : Ada kemungkinan lokasi desa jauh dengan kecamatan, jauh dari puskesmas. Akan menjadi masalah jika sobat harus meninggalkan lokasi KKN karena sakit yang menyebabkan pulang untuk dirawat keluarga dirumah, sedangkan jatah pulang hanya 3×24 jam. Jika sobat mempunyai masalah kesehatan maka jangan lupa bawa obat. Untuk jaga-jaga bawa saja Tolak Angin, vitamin C, Paracetamol, Obat Nyamuk/lotion, dan Koyo.

· Dokumentasi : Jangan lupa bawa kamera jika dibutuhkan, kondisi desa akan memberikan pemandangan yang indah. Kebutuhan dokumentasi juga akan diperlukan saat pendadaran KKN.

· Komunikasi : HP jangan tertinggal, jika berkemungkinan kesulitan mencari penjual pulsa bisa menitipkan sejumlah uang di Counter Voucher pulsa terpercaya sobat untuk mengirimkan pulsa elektrik saat kehabisan pulsa.

· Nomor HP Penting : Jangan lupa minta nomor HP Dosen Pembimbing Lapangan, rekan satu kelompok KKN, dan jika sobat perlu mengganti nomor HP karena kondisi sinyal di lokasi kurang mendukung maka jangan lupa sampaikan ke orang-orang penting (keluarga, dosen, teman, mitra kerja, dsb).

· Uang Saku : Yang satu ini kadang-kadang mengganggu kelancaran acara KKN, atau bisa juga menjadi pelancar saat KKN, dan kadang juga membuat naik turunnya mood saat KKN. Jadi, mulai dari jauh-jauh hari perlu dipersiapkan. Menabung, menabung, dan menabung, Rp1000/hari tidak masalah. Pengadaan acara yang mandiri artinya program kerja KKN yang tidak berbarengan dengan program Desa/Kecamatan/Kabupaten akan menggunakan dana pribadi. Jatah biaya makan sehari-hari, ditambah.. bisa berkemungkinan ada sistem kontrak rumah.

· KenangKenangan : Sifatnya tidak harus ada, ini hanya menjadi budaya, namun memang lebih santun jika ada kenang-kenangan untuk desa, lembaga di desa, pemilik rumah tempat tinggal yaitu sebagai tanda terimakasih sepulang dari KKN. Akan lebih mudah jika membeli kenang-kenangan di kota karena harga yang lebih murah dan lokasi barang yang mudah didapatkan. Misalkan, Jika kondisi desa sudah ada listrik, sobat bisa membeli printer sebagai kenang-kenangan karena printer akan membantu pembuatan laporan saat KKN. Sobat bisa memanfaatkan printer tersebut untuk hal-hal lain semisal pamflet, piagam, kemudian saat masa KKN selesai, printer bisa ditinggal sebagai kenang-kenangan untuk kantor balai desa atau sekolah. (Kertas dan tinta cadangan jangan lupa jika membawa printer).

· Koordinator Desa dan Koordinator Kecamatan yang berkompeten : Koordinator Desa adalah rekan dalam kelompok desa sobat dan koordinator kecamatan adalah rekan kecamatan sobat. Sebelum pemberangkatan KKN akan diadakan pembekalan KKN dan akan dilaksanakan pemilihan koor Desa dan koor Kecamatan. Pilihlah orang yang bisa diandalkan karena akan berperan sekali dalam siklus informasi, kerjasama, kemudahaan penyuksesan progam kerja, dan kekuatan mahasiswa.

· Tema : Setelah mengetahui kondisi lingkungan dari calon lokasi KKN, sobat bisa menentukan tema program kerja KKN sobat, biasanya sudah di fokuskan ke tema tertentu berdasarkan hasil survey Unila. Sobat hanya perlu membahas rencana-rencana kerja disana, dan jika ada peralatan yang perlu dibawa untuk program kerja tersebut bisa dipersiapkan sebelum berangkat seperti buku ilmiah jika mengadakan penyuluhan yang menyangkut kajian alam, kitab hukum pidana jika mengadakan penyuluhan tentang kesadaran hukum, bibit tanaman bakau jika ingin mengadakan pembudidayaan tanaman bakau, dan sebagainya. Untuk panduan, jangan lupa membawa buku panduan KKN.


2. Pada Saat KKN

· Menjaga Niat : Jangan sampai yang satu ini luntur karena akan berkaitan dengan semangat kerja dan senyum sobat. Biasanya yang mengganggu dan perlu dijauhi adalah egois, cuek bebek, boros uang saku, mengelompok dengan rekan tertentu, kurang terbuka, dan diam saat dibutuhkan.

· Silaturahmi, Keakraban, dan Kekeluargaan : Ramah tamah atau silaturahmi dengan warga termasuk dengan tuan rumah adalah hal yang harus selalu dijaga jika sudah tidak ada tanggapan yang baik dari masyarakat maka hari-hari akan semakin berat, 1 hari terasa 1 bulan. Apalagi kalau tuan rumah sampai tidak senang dengan perilaku yang mungkin menyinggung, wah kacau…Hhe..

Sobat bisa keliling desa, mampir rumah warga, perkenalan dengan warga untuk silaturahmi sekaligus surfei kondisi lingkungan (biasanya tidak semua warga di rumah karena sedang ke ladang, kebun, atau sawah).

Tipsnya, jangan selalu mengiyakan apa yang diminta masyarakat tanpa ada persetujuan oleh semua rekan dalam kelompok. Dalam berkomunikasi harus pandai memilah-milah kata agar masyarakat tidak salah arti dalam memahami dari penyampaian sobat.

· Urutan Program Kerja : Pilihlah program kerja berdasarkan tingkatan kelompoknya.

Pertama , dahulukan program kerja (Progja) untuk kelompok KKN misalkan perkenalan dan keakraban agar dalam kelompok sobat bisa terbangun suasana kekeluargaan dan tidak kikuk untuk saling sapa, bercanda, tertawa, maupun menasehati (bisa diadakan di hari kedua, minggu pertama).

Kedua, program keakraban dengan aparat desa misalkan pertemuan di balai desa untuk sosialisasi program kerja (meminta nomor HP, alamat, dsb bisa diadakan mingggu pertama).

Ketiga, program keakraban dengan warga misalkan lomba-lomba warga (balap karung untuk ibu-ibu, sepakbola daster untuk bapak-bapak, makan kerupuk untuk anak-anak, gigit sendok dengan kelereng untuk anak-anak, menggambar dan mewarnai untuk anak-anak, dsb) sebagai sosialisasi/perkenalan dengan warga, DAN nantinya akan ada sesuatu yang unik untuk membuka obrolan dengan warga (bisa diadakan di hari minggu, minggu pertama).

Keempat dan seterusnya, sudah mulai serius. Adalah program-program yang difokuskan untuk pemberdayaan masyarakat. Seperti penyuluhan, bakti desa, pemberantasan buta huruf, dan sebagainya yang sekiranya menjadi hal yang dibutuhkan masyarakat.

Catatan : Lakukan surfei lapangan tentang kondisi desa sebelum melaksanakan program kerja keempat dan seterusnya.

· Nomor Penting :

Rekan dalam Kelompok KKN=sudah punya,

Koor Desa=sudah punya,

Koor Kecamatan=sudah punya,

Aparat dan Tokoh Desa =saat berada di Desa,

Aparat Kecamatan=saat penyambutan di Kecamatan,

Aparat Kabupaten=saat penyambutan di kebupaten,

Dosen Pembimbing Lapangan=saat pembekalan,

Bidan=saat di desa,

Kepala Dinas (pertanian, perkebunan dan kehutanan, kesehatan, BP4K, pertanahan, dsb) = saat penyambutan di kabupaten pintar-pintar manfaatkan waktu luang.

Waduh, panjang juga ya tulisannya. Hhai… Namun demikian, semoga sobat tidak capek membacanya… dan semoga bermanfaat. Ini dulu yang bisa saya sampaikan, jika ada yang perlu ditambahkan bisa tinggalkan komentar sobat di artikel ini.

Semoga Sukses untuk KKN gelombang berikutnya.
Terimakasih atas waktu yang diberikan. Josssss…..

2 responses to “Pengalaman Kuliah Kerja Nyata Tematik 2012 Plus, sedikit saran agar target tercapai

Menurutmu bagaimana?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s