Timba Sumur, Satu Tali dengan Dua Timba


Pada program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik Unila 2012, saya berkesempatan untuk menerapkan ilmu yang selama tiga tahun telah saya tempuh di Matematika FMIPA Unila khususnya bidang matematika. Saya mendapatkan penempatan KKN di desa Sumber Marga, kecamatan Way Jepara, Lampung Timur.

Pada hari pertama, kami melakukan surfei tentang kondisi lingkungan, baik SDM maupun SDA-nya. Desa ini memiliki luas perkebunan yang luas dimana perkebunan ini merupakan tempat pencaharian warga di desa ini. Perkebunan ini terdiri dari beberapa perkebunan yang berisi tanaman lada, singkong, kopi coklat, kopi, dan kelapa. Sebuah danau way jepara, tepatnya berada di desa ini. Danau ini menjadi pembatas dengan desa tetangga, yaitu sumber agung. Kondisi kemajuan sarana prasarana belum semuanya memenuhi sanitasi yang baik untuk kesehatan, masih banyak rumah warga yang masih menggunakan WC ‘cemplung’, yaitu WC tanpa pemanfaatan bowl leher angsa. Kemudian salah satu sarana yang akan saya bahas adalah tentang sarana sumur.

sumurSumur di desa ini rata-rata memiliki kedalaman lebih dari 50m dan belum semua menggunakan pompa air sehingga mengharuskan sebagian warga yang belum menggunakan pompa air menimba air dari sumur. Di mushola yang jaraknya berdekatan dengan rumah kepala desa, tempat saya tinggal, juga menggunakan timba air. Di sumur ini saya mengambil air untuk wudhu sholat magrib di mushola bersama teman-teman. Usaha yang dikeluarkan untuk memperoleh air dari sumur berkedalaman lebih dari 50m dengan menggunakan timba ternyata lumayan juga, menguras waktu dan energi. Kemudian seketika saya berfikir, “ah, bagus juga kalau satu tali dua timba”.

Menimba air dengan timba merupakan proses mengulur tali untuk mencelupkan timba ke air kemudian menarik tali untuk mengangkatnya. Timba Sumur, satu tali dengan dua timba akan mempercepat pengambilan air karena sacara bersamaan mencelupkan dan menarik timba. Setiap air yang kita peroleh akan dua kali lebih cepat daripada dengan satu timba. Tali timba yang digunakan untuk menerapkan cara ini tidak membutuhkan dua kali panjang tali pada satu timba.

Semoga dengan demikian, masyarakat setidaknya memperoleh sedikit kemudahan untuk menimba air dari sumur-sumur mereka.

Menimba air, baik untuk kesehatan juga lhoh.. hhe. 🙂 Terimakasih.

.

Menurutmu bagaimana?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s