Teman ?


“Waduh, materi sulit ini. integral lipat dua….. aha, tanya teman”. Salam kelap-kelip, Teman, satu kata yang mewakili kehangatan batin saat diri ini merasa sendiri. Bagi saya, teman bagaikan cermin dimana saya bisa melihat senyum saat saya melihatnya. Teman bagaikan prosesor tambahan saat ide-ide “mentok-ludes” tersampaikan, kemudian teman datang menyampaikan gagasan, solusi atau pemecahan masalah yang saya hadapi. Terimakasih untuk semua teman-temanku yang memeberikan saya kesempatan untuk belajar mewarnai kehidupan ini, tanpa kalian selama ini, hidupku bagaikan tak berwarna.

argumen : kelap-kelip :

Teman adalah seseorang yang kita kenal dan ia mengenal kita. Ia memiliki hubungan dengan kita, sebutlah “Friendship”, dimana ia tidak selalu mengatakan ini baik, namun ia terkadang mengatakan ini buruk bagi kita. Murah senyum, tetapi memberikan gelengan kepala saat aksi-aksi kita terlewat batas. Terkadang kita canggung saat menasehati seseorang, namun teman adalah orang yang memiliki frekuensi “inbox nasehat” ke kita paling banyak daripada orang lain.

friendshipTeman adalah orang yang dapat kita kenali dari cara yang ia ucapkan kepada kita, cara ia menyentuh, cara ia memanggil, dan dari pernyataan yang ia berikan kepada kita.

Dari cara yang ia ucapkan kepada kita, antara ia dan kita saling menggunakan bahasa yang lugas, tidak meniggikan dan tidak pula merendahkan. Ya, karena itulah obrolan menjadi asyik karena kita tahu bahwa batin menjadi damai tidak direndahkan dan tidak pula disanjung-sanjung.  Dari cara ia menyentuh kita, teman adalah orang yang paling pilih-pilih tempat saat menyentuh. Secara frekuensi, Ia banyak memilih pundak kita saat menyentuh. Saat menegur, saat kita melamun, saat kita bahagia, maupun saat kita sedih.

Dari cara ia memanggil kita, ia lebih senang menggunakan nama akrab yang ia tahu bahwa tidaklah masalah jika ia memanggil kita dengan panggilan tersebut. Misalnya, A teman B. A bernama Andro Pranajaya Ramadhan dan B bernama Kartika Candra Buana, A akrab dipanggil “cing” dan itu tidaklah masalah bagi A, saat A bertemu B, B sangat akrab dengan memanggil “cing” dan itu tidaklah masalah karena B teman A.

Dari pernyataan yang ia berikan kepada kita, dalam konteks tertentu, teman adalah orang yang tidak mau mengatakan, “saya kan teman kamu“. Misalkan, ada telepon masuk ke HP kita, nomor baru. Kita angkat telepon itu kemudian, kita sampaikan, ”Halo, maaf. Ini dengan siapa?”. Dia menjawab, “Ini Sumanto, bro” (sebut nama). Bukan lagi mengatakan, “Ini teman kamu bro”. Ah.. berasa politik… males ah. :p Dalam kondisi lain misalnya, saat baru saja ia menolong kita, kita sampaikan, “terimakasih yo bro !” , dia menjawab, “owalah, ok bro..”. atau “oke coy, kembali kasih”. Bukan lagi mengatakan, “Biasa aja bro, kita kan teman. haha”. Ah, politik lagi… wkwkwkwk

Ya, itulah opini kelap-kelip dalam mendefinisikan “teman”. Namun, bukan berarti kita mengkotak-kotakkan sosial kita. Lha iyo kan, ada lirik begini..

Tiada sempurna cinta manusia hingga dia mampu mencinta sesamanya, tanpa ada perbedaan.

Tiada sempurna cinta manusia tanpa berbagi rasa… kasih suci, anugrah yang indah.

(Gradasi – Anugrah yang terindah)

Tulisan ini saya persembahkan untuk teman-teman HIMATIKA, Lithium, Geometri, ORA FC, Karang Taruna, dan Beswan 🙂

Terimakasih atas semuanya, salah satu energi semangatku berawal dari senyumanmu.

Iklan

2 responses to “Teman ?

Menurutmu bagaimana?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s